Browsed by
Author: Romo. Aloysius Didik Setiyawan CM

Tinggal di Philadelphia, AS mendampingi Komunitas Katolik Indonesia (KKI).
MENGUMPULKAN HARTA SURGAWI

MENGUMPULKAN HARTA SURGAWI

Jumat, 13 Januari 2022



Markus 2:1-12

Pada suatu saat, Yesus menyembuhkan banyak orang, salah satunya adalah seorang yang lumpuh, yang digotong oleh empat orang dan yang membawa orang lumpuh tersebut dihadapan Yesus dengan membuka atap rumah dimenurunkannya di depan Yesus. “..Ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.”(Mrk 2:3-4). Apa yang mereka lakukan adalah tanda dan bukti bahwa mereka percaya dan merindukan Yesus yang berbelas kasih. Iman dan kerinduan orang yang sakit dan mereka yang mengantarnya akhirnya dijawab oleh Yesus dan Dia berkenan menyembuhkannya. “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Mrk 2:5).

Dengan demikian apa yang dilihat Tuhan adalah berapa besar dan dalam iman dalam diri manusia. Iman tersebut akan melandasi semua sikap dan tindakan manusia, sehingga ia  akan selalu bersadar pada belas kasihan-Nya dan akan berjuang untuk melakukan kehendak-Nya. “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”(Roma 1:17). Oleh karena itu, iman perlu sekali dipelihara dan dijaga agar dari sana benar-benar tumbuh harapan, kesembuhan, kasih, damai, dan suka-cita. Harta surgawi ini akan mengarahkan dan menentukan seseorang pada kebenaran dan keselamatan. Dengan demikian setiap sikap dan tindakan yang dilandasi oleh iman akan semakin memperkaya seseorang dalam hal harta surgawi. “Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat.”(Luk 12:33).

Dengan demikian kehidupan sekarang di dunia adalah kesempatan yang baik untuk mengumpulkan harga surgawi tersebut, dengan semakin berakar dalam Yesus Kristus, mengadalkan kekuatan-Nya dan melandasi semua hal dan tindakannya dengan iman. Pada akhirnya mereka yang percaya dalam Kristus akan menghasilkan buah-buah kebaikan. “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”(Galatia 5:22).

Didik, CM 

MENGHADIRKAN KRISTUS

MENGHADIRKAN KRISTUS

Kamis, 12 Januari 2023



Markus 1:40-45

Pada suatu saat,  Yesus Kristus menyembuhkan orang yang sakit kusta, kendatipun banyak orang mengasingkan mereka karena dianggap sebagai orang-orang yang terkutuk, berdosa, dan najis.  “Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!  Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya.”(Imamat 13:45-46). Anggapan dan pandangan negatif tersebut dipatahkan oleh Yesus, karena justru Yesus menerima mereka, berbelas kasih, dan menyembukan sehingga mereka kembali hidup normal. .”Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.”(Mrk 1:41-42).

Dengan demikian, Yesus mengajak dan mengajarkan kepada para pengikut-Nya supaya bersikap dan bertindak dengan dilandasi oleh nilai-nilai Injil, yaitu pengorbanan,  ketulusan hati dan belas kasih Allah. Oleh karena itu sebagai murid-murid Kristus sudah sepantasnya mereka bisa menerima pribadi-pribadi yang lemah dan yang tersingkirkan, seperti yang telah dilakukan Allah kepada manusia berdosa dan lemah,  yang telah mengampuni dosa-dosa umat manusia melalui Yesus Kristus, Putera-Nya. “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,”(Efesus 1:7).

Oleh karena itu, hidup sebagai murid Kristus adalah hidup dalam semangat persaudaraan sebagai anak-anak Allah yang telah menerima penebusan dan pembebasan dari dosa berkat belas kasih dan pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Dengan demikian setiap murid Kristus yang telah sadar tentu mereka akan berani untuk hidup sebagai cahaya/terang dan garam dunia, yang menghadirkan Kristus di dalam setiap tindakkan mereka. “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”(Mat 5:13).

Didik, CM 

MENGIKUTI KRISTUS

MENGIKUTI KRISTUS

Rabu, 11 Januari 2022



Markus 1:29-39

Yesus hadir untuk membawa pengharapan bagi manusia agar mereka masuk dan mengalami hidup dalam Kerajaan Allah.  Kerajaan Allah dihadirkan oleh Yesus Kristus dengan karya-karya yang nyata dimana di dalamnya semua orang bisa merasakan belas kasih Allah dan  keselamatan-Nya. Oleh karena itu, Yesus terus berkeliling untuk menyampaikan Kerajaan Allah itu dengan berbuat baik dan menguatkan mereka yang lemah (menyembuhkan orang sakit, mengampuni orang berdosa, mengusir roh-roh jahat, mengibur mereka yang berduka-cita, dll.)  “Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.”(Mrk 1:31). 

Dengan demikian kehadiran Yesus Kristus merupakan pengenapan Kerajaan Allah dimana di dalam nama-Nya, Allah ingin menyatakan bahwa Dia sungguh mengasihi umat manusia dan akhirnya semua mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Putera Allah dan juru selamat dunia. “…Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,  dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! “(Filipi 2:10-11). Oleh karena itu, kehidupan beriman sesungguhnya diarahkan agar semakin memiliki relasi dengan Yesus Kristus, agar hidupnya arahkan pada jalan yanh benar dan diselamatkan.

Dengan demikian, untuk mengalami Kerajaan Allah caranya adalah semakin berakar pada Yesus Kristus. Kisah, perjuangan dan mengorbanan Kristus telah membebaskan manusia pada belenggu dosa/maut, sehingga manusia diperkenankan kembali mengalami Kerajaan Allah. Kini, tantangannya adalah, apakah masing-masing orang mau mengikuti-Nya dan setia? “Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”(Luk 9:23).

Didik, CM 

PILIHAN PADA KRISTUS

PILIHAN PADA KRISTUS

Selasa, 10 Januari 2022



Markus 1:21b-28

Pada suatu saat, Yesus menyatakan kuasa-Nya didepan umum ketika Dia mengajar dengan penuh kuasa dan mengusir roh jahat yang merasuki di dalam diri salah satu orang yang hadir. Pada akhirnya roh jahat tersebut keluar dari orang tersebut dan pergi dengan ketakutan. “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!”  Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.”(Mrk 1:24-26).

Apakah maksud dan tujuan Yesus melakukan hal itu? Tidak ada maksud lain dari Yesus selain supaya semua orang percaya kepada-Nya. Oleh karena itu Yesus tidak mengharapkan semua orang berhenti pada rasa kagum, tetapi mengharapkan mereka berani membuat pilihan dan keputusan untuk percaya kepada-Nya. “Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.”(Mrk 1:22). Ketika seseorang berani percaya kepada Kristus maka beban hidup dan segala kerapuhannya akan dipikul bersama dengan Yesus Kristus, dan Dia akan meberikan suka-cita dan damai-Nya. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”(Mrk 11:28). 

Oleh karena itu, apa yang dicari setiap manusia yaitu damai, suka-cita, harapan dan keselamatan sudah ada dan telah hadir, yaitu Sang Imanuel (Allah beserta kita), Yesus Kristus. Dengan demikian tinggal bagaimana sikap dan tanggapan masing-masing orang : mau benar-benar percaya atau hanya setengah-setengah, atau ragu-ragu?  Keputusan yang mantap menentukan dampak dan pengaruh lebih kuat dalam kelangsungan hidup seseorang. Oleh karena itu iman yang kuat pada Kristus juga akan memperkuat seseorang dalam komitmennya untuk setia melakukan kehendak Allah, dan semakin kuat juga buah-buah dan berkat-berkat yang diterimanya dari Allah. “Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.  Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”(2 Petrus 1:10-11).

Didik, CM 

KETAATAN PADA KEHENDAK ALLAH

KETAATAN PADA KEHENDAK ALLAH

Senin, 9 Januari 2022



Matius 3:13-17

Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Mengapa Yesus harus dibaptis oleh Yohanes? Pertanyaan ini juga disampaikan Yohanes sendiri, karena ia merasa tidak pantas melakukanya. Seharusnya Yesus yang membaptis Yohanes karena Yesus adalah Putera Allah. “Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” (Mat 3:14). Semua itu terjadi supaya kehendak Allah terlaksana, sebab itu Yesus mau dibaptis oleh Yohanes dan Yohanes menerima perutusan tersebut karena ketaatannya kepada kehendak Allah. Dengan demikian, sikap yang ditunjukan oleh Yesus  Kristus, dan Yohanes adalah sikap taat kepada kehendak Allah. “Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.”(Mat 3:15). 

Oleh karena itu, Yesus mengajak kepada para murid-Nya untuk senantiasa berjuang untuk mengikuti kehendak Allah dan taat kepada-Nya, dan bukan menuruti keinginan-keinginan diri sendiri. Dengan demikian jika setiap orang melakukan hal yang sama (taat pada kehendak Allah) seperti yang dilakukan Yesus, maka mereka akan menjadi saudari-saudari Yesus atau menjadi orang-orang yang dekat kepada-Nya. “Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”(Mrk 3:35).

Bagimana hal ketaatan kepada Kehedak Allah bisa terwujud? Hal itu terjadi jika setiap orang percaya bahwa Allah Bapa yang Baik, yang mengasihi semua anak-anak-Nya. Sebagai Bapa Yang Maha Baik, Allah tidak akan membawa anak-anak-Nya kepada kehidupan yang suram, tetapi Dia ingin memastikan semua anak-anak-Nya hidup dalam harapan, suka-cita, damai, dan menerima hidup Kekal. “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”(Mat 7:11).
Sikap taat kepada kehendak Allah juga telah ditunjukkan oleh Bunda Maria. Oleh karena itu sudah jelas bahwa semua orang yang mengikuti Kristus  dipanggil untuk taat kepada kehendak Allah. “Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”(Luk 1:38).

Didik, CM