Pengalaman Harian sebagai Medan Perjumpaan dengan Allah

Pengalaman Harian sebagai Medan Perjumpaan dengan Allah

Markus Juhas Irawan

“mereka sedang menebarkan jala di Danau, sebab mereka itu penjala Ikan”

Panggilan untuk mengikuti Yesus adalah sebuah peristiwa yang terjadi dalam diri setiap muridnya, terlepas dari apapun pilihan yang akan diambil sebagai seorang murid. Ada diantara sebagian Murid Yesus memilih untuk menjalani panggilan Khusus menjadi Imam, Biarawan, atau Biarawati, dan ada juga yang pastinya memilih untuk menjalani panggilan Hidup sebagai Awam dengan banyak hal yang harus dilakukan. Panggilan untuk mengikuti Yesus kalau kita renungkan kembali mungkin akan membawa kita pada satu kesadaran bahwa Ia memanggil kita masing-masing dengan cara yang biasa dan cenderung sederhana. Ada yang merasa terpanggil menjadi imam mungkin hanya karena mendapatkan kesempatan untuk menjadi Misdinar, atau seorang memilih untuk menikah juga karena sadar akan pilihannya untuk membangun cinta kasih karena mengalami kasih dalam keluarga. Semua soelah biasa-biasa saja, tidak ada yang luar biasa yang membuat panggilan dan pilihan hidup seolah jadi begitu Bombastis dan luar biasa. Panggilan yang demikian, yang ada dalam saat-saat yang biasa juga diamali oleh para Murid yang pertama. Mereka mengalami perjumpaan dengan Yesus justru dalam keseharian mereka sebagai seorang nelayan. Kehidupan harian mereka menjadi medan perjumpaan antara diri pribadi dengan Yesus yang memanggil. Pilihan untuk mengikuti atau tidak pada akhirnya juga tetap diserahkan pada diri masing-masing, sesuai dengan kepekaan dan bagaimana melihat panggilan itu sebagai hal yang penting hingga mau meninggalkan zona nyaman untuk beralih dalam tantangan yang lebih luas dan tanggungjawab yang lebih berat. Kita semua juga punya kesempatan untuk mendengarkan panggilan itu di dalam hidup harian kita, dalam kesederhanaan Rutinitas yang bisa jadi adalah medan perjumpaan kita dengan Tuhan Sang Sumber Panggilan itu; yang perlu kita bangun pada akhirnya adalah kerelaan kita untuk membuka diri dan siap kapanpun Panggilan itu datang, karena bisa jadi panggilan itu justru datang lewat pengalaman harian yang amat sederhana.

Comments are closed.