Panggilan untuk Menjadi sumber Bahagia

Panggilan untuk Menjadi sumber Bahagia

Markus Juhas Irawan

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada semua makhluk”

Panggilan kita sebagai murid Kristus pada akhirya juga mengajak kita untuk mengambil tanggungjawab lebih atas pilihan “Ya” yang kita ambil. Panggilan untuk menjadi murid Yesus dengan segala suka dan dukanya tidak boleh hanya menjadi harta berharga yang kita nikmati seorang diri saja. Jawaban “Ya” untuk menjadi murid Yesus akhirnya harus sampai pada satu kesadaran akan tanggungjawab untuk mewartakan kabar sukacita yang ada. Kita diajak untuk mau hadir bagi orang lain, dan kehadiran kita bukan pertama-tama hanya untuk ada; namun harus pada sebuah panggilan untuk memberikan kebahagiaan dan sukacita Injili. Suka cita injili rasanya hanya bisa dihadirkan oleh kita jika di dalam hati kita juga ada sikacita yang memancar hingga bisa dirsakan dan dialami oleh orang lain. Pertanyaan yang sepertinya bisa kita renungkan adalah apakah kita sadar bahwa kebahagiaan terbesar seorang murid Kristus adalah saat kebahagiaan itu bisa dirasakan dan akhirnya juga bisa jadi sumber kebahagiaan bagi orang lain.  Panggilan yang kita tanggapi sudah selayaknya kita lanjutkan dengan kesediaan hati untuk mau memberikan diri, mau keluar, dan akhirnya hadir dalam kasih pada sesama. 

Comments are closed.