Kristus dan RohNya yang Kudus adalah jalan menuju Bapa

Kristus dan RohNya yang Kudus adalah jalan menuju Bapa

Hari Jumat dalam Pekan IV Paskah

 30 April, 2021

Kisah Para Rasul 13: 26 – 33

Yohanes 14: 1 – 6

Saudara-i ku terkasih,

    Satu pengalaman terindah yang pernah saya alami ketika saya berkunjung ke Belanda pada tahun 1994. Setelah ayah saya meninggal saya mendapat kesempatan ke Belanda setelah ziarah ke Israel, Lordes, Roma dan yang terakhir sebelum kembali ke Indonesia saya mendapat kesempatan ke Belanda. Saya sampaikan mama, bahwa saya mendapat kesempatan ke Belanda, setelah itu saya masih kembali lagi ke Jakarta, mempersiapkan diri untuk kembali bertugas di Los Angeles, USA. Singkat cerita, ketika mama mengetahui bahwa saya akan ke Belanda, mama berpesan agar saya mencari kesempatan untuk mengunjungi seorang imam teman dekat ayah saya yakni P. Anton Donkers SVD, menyampaikan beliau bahwa ayah telah meninggal. Setelah saya tiba di airport saya telephone mantan murid ayah saya P. Didakus Diwa SVD yang bertugas di Belanda. Saya bertanya, apakah P. Anton Donkers masih bertugas di Dongen, salah kota kecil dimana beliau menjadi pastor di salah satu paroki disitu, dengan pesan jangan menyampaikan berita kedatangan saya karena saya ingin membuat surprise untuk beliau. Tetapi saya mendapat jawaban dari P. Didakus bahwa P. Anton Donkers tidak akan pernah surprise lagi karena beliau baru saja meninggal tadi pagi. Saya sungguh terkejut dan benar merupakan satu surprise buat saya sendiri. Saya akhirnya juga mendapat kesempatan untuk menghadiri misa dan upacara pemakamannya.  Suatu peristiwa yangn masih sangat kuat melekat dalam ingatan saya bahwa P. Donkers yang memotivasi dan mendukung saya untuk masuk seminary, masih juga memberi saya kesempatan untuk menghantar dia dengan menghadiri misa dan upacara pemakamannya. Selain itu sebagai orang yang baru pertama kali ke Belanda, pergi pulang dari Durne dimana saya menginap ke Teteringen saya dibantu oleh anak-anak muda agar saya dapat sampai di Teteringen dengan selamat. Anak-anak muda ini saya bertemu di Kereta. Demikian pula ketika kembali dari Teteringen ke Durne, lagi-lagi saya di temani oleh sekelompok anak-anak muda dari Teteringen ke Durne, bahkan ketika tiba di Durne mereka mengambil sepedanya yang dititipkan di station, lalu jalan bersama saya sampai di depan rumah dimana saya nginap. Mereka melakukan itu ketika mereka tahu bahwa saya dari Indonesia. Mereka dengan sertamerta menawarkan jasanya untuk membantu saya. Itulah kesan saya yang sangat positip untuk anak-anak muda Belanda ini.

    Bacaan hari ini ketika berbicara tentang Yesus yang adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup dalam dialog antara Yesus dengan Thomas mengingatkan saya akan kehadiran Yesus bersama saya dalam perjalanan saya itu. Bertemu dengan sekian banyak orang yang penuh kasih, kejujuran dan keramahan untuk membantu saya. Yesus selain menyampaikan kepada Thomas bahwa Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup, Yesus lebih tegas lagi mengatakan bahwa: “Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Pengalaman Thomas bersama Yesus dalam dialog itu bisa saja mengingatkan kita akan pengalaman hidup kita masing-masing dimana bukan tidak mungkin kita bisa merasakan dan melihat kehadiran Tuhan dalam perjalanan hidup kita. Dimana Allah bekerja dengan caraNya untuk menyatakan kehadiranNya, Kebaikan dan Cintanya. Benar kata orang bahwa “Kasih Allah tak pernah akan berubah!” Keramahtamahan anak-anak muda Belanda itu bagi saya merupakan berkat dan kasih karunia Allah. Sangat boleh jadi sementara orang akan mengatakan bahwa itu adalah gejala hidup biasa, sebagai manusia “tolong menolong” merupakan sesuatu yang lumrah.

    Santu Paulus dalam bacaan kedua hari ini menegaskan lagi tentang Yesus sebagai penggenapan Kasih Setia Allah/Bapa kepada kita dengan KebangkitanNya seperti yang telah terulis dalam Mazmur kedua: “Anak-Ku Engkau! Aku telah meperanakkan Engkau pada hari ini.” Inilah kabar kesukaan yang sudah dijanjikan kepada nenek moyang kita.” Kebangkitan Kristus telah mengangkat kita dari jurang dosa dan kematian, dan Yesus sendirialah yang telah menghantar kita kepada Bapa, karena Dia dan Bapa adalah Satu.

Yesus Kristus yang bangkit, sekaligus membangkitkan kesadaran kita bahwa Yesus lah yang sudah dan akan selalu menyertai kita dalam perjalanan hidup ini kepada Bapa. Bahwa kita akan selalu berjalan bersama Yesus setiap hari, dalam suka dan duka menuju/kembali kepada Bapa. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *