PERTOBATAN SEUMUR HIDUP

PERTOBATAN SEUMUR HIDUP

Selasa, 4 Mei 2021

Yohanes 14:27-31a

                Setiap murid Kristus akan selalu dinuntun tahap demi tahap untuk mengenal dan semakin percaya kepada Yesus Kristus. Tidak ada kata selesai dalam usaha terus mengenal dan berusaha untuk menyatukan diri dengan Kristus, karena itu diperlukan kesetiaan dan keterbukaan untuk selalu mendengarkan sabda-Nya. Pada akhirnya persatuan dengan Kristus akan diikat oleh kasih yang menjaga iman dan harapan selalu hadir di dalam diri mereka yang percaya. “Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”(lih. Yoh  14:28)

                Buah yang akan dirasakan oleh mereka yang percaya adalah damai sejahtera dan kerinduan terus menerus untuk melakukan kehendak-Nya.  Sebab dengan melakukan kehendak-Nya, ia semakin bersatu dan semakin mewujudkan kasih kepada Kristus dan Bapa-Nya. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”(Yoh 14:27). Kebersamaan dengan Kristus adalah sumber hidup dan keselamatan. Oleh karena itu setiap murid Kristus akan mengalami pembaharuan hidup terus menerus sehingga semakin menyerupai Kristus. “Karena itu haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.” (Mat 5:48).

                Proses menjadi sempurna adalah proses pertobatan seumur hidup, sebab tidak ada orang yang sempurna dan setiap murid Kristus dipanggil untuk tidak berhenti dalam memperjuangkan kesucian. Dalam keterbatasannya sebagai manusia, setiap murid Kristus ditopang oleh Roh Kudus agar ia tetap setia mengikuti Kristus dalam menghadirkan Kerajaan Allah di dalam kehidupan mereka. “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33). Semakin seseorang menyerahkan hidupnya kepada Tuhan dan setia melaksanakan kehendak-Nya, semakin bersatu dengan-Nya.

                Dia akan meyertai orang-orang yang setia dan tidak akan membiarkan umat-Nya berjalan sendiri. “Sebab TUHAN sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkn engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.”(Ulangan 31:8).

                                                                               Serawai, ditulis oleh Rm. A. Didik Setiyawan, CM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *