Bagaimana Kita Tahu Jalan Tuhan?

Bagaimana Kita Tahu Jalan Tuhan?

Rabu, 12 Januari 2022

1 Samuel 3:1-10, 19-20
Mazmur 40
Markus 1:29-39

Cerita panggilan Samuel di bacaan pertama hari ini pasti sudah pernah kita dengar. Samuel yang masih muda tidak mengerti bahwa suara yang membangunkannya sampai tiga kali adalah suara Tuhan sendiri. Hal ini bukan hanya karena keluguannya. Bahkan Eli, seorang imam yang berpengalaman, tidak langsung mengenali suara Tuhan.

Begitu banyak persimpangan di jalan hidup kita. Pada umumnya kita tidak akan mendengar langsung Tuhan berbicara kepada kita secara harafiah seperti yang dilakukanNya dengan Samuel. Kadang kita ragu, apakah kita benar-benar berjalan di jalan Tuhan ataukah kita melenceng? Bagaimana kita tahu pasti?

Seperti tertulis di Kitab Yesaya 55:8-9, rancangan Tuhan bukanlah rancangan kita dan jalan Tuhan bukanlah jalan kita. Janganlah kita mencari tahu cara Tuhan dengan berkonsultasi dengan “orang pintar” atau “ahli nujum”. Hanya Tuhan sendirilah yang tahu, dan setiap orang punya jalan berbeda-beda.

Sebaiknya, kita berdoa mohon untuk dituntun oleh Tuhan. Salah satu doa yang saya sering gunakan, terutama dalam saat bimbang akan menentukan pilihan penting dalam hidup, adalah doa karangan Thomas Merton, seorang biarawan Trapis dari Amerika Serikat yang hidup di abad ke-20:

Ya Allah, Tuhanku, aku tak tahu ke mana aku pergi.
Aku tak melihat jalan di depanku.
Aku tak tahu pasti di mana jalan di depanku akan berakhir; pun tak sungguh-sungguh memahami diriku sendiri.
Meskipun aku pikir aku sedang mengikuti kehendak-Mu, tidak berarti bahwa aku senyatanya sedang melakukan hal itu.
Akan tetapi, aku percaya bahwa hasrat untuk menyenangkan-Mu saja sudah menyenangkan Engkau.
Dan aku harap aku memiliki hasrat dan semangat dalam segala hal yang kulakukan.

Aku harap aku takkan pernah melakukan sesuatu terlepas dari hasrat itu.
Dan aku tahu bahwa jika aku melakukannya, Engkau akan menuntunku di jalan yang benar meskipun aku mungkin tak tahu apa-apa tentang hal itu.
Karena itu, aku akan selalu percaya pada-Mu meskipun aku tampak tersesat dan dalam bayang-bayang kematian.
Aku takkan takut. Aku takkan khawatir, karena Engkau selalu bersamaku dan takkan pernah meninggalkan aku menghadapi bahaya sendirian. Amin.

(terjemahan dari https://versodio.com/2014/06/30/latihan-doa-28-perjalanan-hidup-rohani/)

Comments are closed.