Sama Tuhan Tetap Kalah?

Sama Tuhan Tetap Kalah?

Kamis, 13 Januari 2022

1 Samuel 4:1-11
Mazmur 44
Markus 1:40-45

“Saya sudah berdoa dan pantang, tapi doa saya tetap tidak dikabulkan.”

“Saya ke gereja setiap minggu, tapi rekan kerja saya yang ateis kok naik pangkat duluan?”

“Ada orang gereja mendapat mujizat kesembuhan, tapi kanker saya semakin parah. Apakah Tuhan lebih mengasihi dia dibanding saya?”

Kata-kata ini mungkin sering kita dengar, atau malahan kita sendiri yang mengutarakan atau memikirkannya. Doa menjadi seperti permohonan untuk jin dari lampu ajaib Aladin. Rosario atau patung atau barang rohani lainnya kita jadikan semacam jimat yang memberi kekuatan gaib. Hal ini sama seperti yang dialami bangsa Yahudi dalam bacaan pertama hari ini, yang walaupun sudah berdoa dan mengusung tabut perjanjian tanda kehadiran Allah di tengah mereka, tetap saja mereka kalah dalam perang melawan orang Filistin.

Kalau kita mengalami hal semacam ini, bisa jadi kita merasa telah ditinggalkan Tuhan atau Tuhan tidak mendengar doa kita. Kenyataannya, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Di ayat-ayat selanjutnya dalam Kitab Samuel diceritakan, bahwa kehadiran tabut perjanjian di tanah Filistin menyebabkan bangsa itu dapat menyaksikan sendiri kekuatan Allah bangsa Israel, sampai akhirnya mereka dengan sukarela dan mohon ampun mengembalikan tabut perjanjian ke Israel.

Peristiwa di mana kelihatannya Tuhan tidak mendengarkan atau tidak bersama kita, bisa jadi di kemudian hari membawa berkat lain yang tidak dapat kita duga sebelumnya. Mungkin juga Tuhan mau mempersiapkan kita untuk sesuatu yang lain yang dapat mempererat hubungan kita denganNya. Yang pasti, dia tidak pernah meninggalkan kita. Dengan demikian, dengan Tuhan kita pasti menang. Tetapi menang sesuai caraNya, bukan sesuai keinginan kita.

Comments are closed.