MENGHADIRKAN KRISTUS

MENGHADIRKAN KRISTUS

Kamis, 12 Januari 2023



Markus 1:40-45

Pada suatu saat,  Yesus Kristus menyembuhkan orang yang sakit kusta, kendatipun banyak orang mengasingkan mereka karena dianggap sebagai orang-orang yang terkutuk, berdosa, dan najis.  “Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!  Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya.”(Imamat 13:45-46). Anggapan dan pandangan negatif tersebut dipatahkan oleh Yesus, karena justru Yesus menerima mereka, berbelas kasih, dan menyembukan sehingga mereka kembali hidup normal. .”Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.”(Mrk 1:41-42).

Dengan demikian, Yesus mengajak dan mengajarkan kepada para pengikut-Nya supaya bersikap dan bertindak dengan dilandasi oleh nilai-nilai Injil, yaitu pengorbanan,  ketulusan hati dan belas kasih Allah. Oleh karena itu sebagai murid-murid Kristus sudah sepantasnya mereka bisa menerima pribadi-pribadi yang lemah dan yang tersingkirkan, seperti yang telah dilakukan Allah kepada manusia berdosa dan lemah,  yang telah mengampuni dosa-dosa umat manusia melalui Yesus Kristus, Putera-Nya. “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,”(Efesus 1:7).

Oleh karena itu, hidup sebagai murid Kristus adalah hidup dalam semangat persaudaraan sebagai anak-anak Allah yang telah menerima penebusan dan pembebasan dari dosa berkat belas kasih dan pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Dengan demikian setiap murid Kristus yang telah sadar tentu mereka akan berani untuk hidup sebagai cahaya/terang dan garam dunia, yang menghadirkan Kristus di dalam setiap tindakkan mereka. “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.”(Mat 5:13).

Didik, CM 

Comments are closed.