Mengapa Yohanes tidak mengenal Yesus

Mengapa Yohanes tidak mengenal Yesus

Minggu ke-2 dalam Masa Biasa [A]

15 Januari 2023

Yohanes 1:29-35

Membaca Injil hari ini, mungkin ada beberapa pertanyaan dalam benak kita, “Mengapa Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia?” dan “Mengapa Yohanes mengatakan bahwa dia tidak mengenal Yesus dan Yesus telah ada sebelum Yohanes?” Kita tahu pasti bahwa Yohanes adalah kerabat Yesus dan, pada kenyataannya, dia lahir enam bulan lebih dulu dari Yesus. Dalam refleksi kali ini, saya tidak akan lagi menulis tentang identitas Yesus sebagai ‘Anak Domba Allah’ karena saya sudah pernah membahasnya dua tahun yang lalu [silakan cek refleksi saya tertanggal 17 Januari 2021]. Dengan demikian, kita mencoba menjawab pertanyaan kedua. “Mengapa Yohanes tidak mengenal Yesus?”

Kita tahu dari Injil Lukas bahwa Maria dan Elisabet, ibu Yohanes, adalah kerabat dekat, dan Maria bahkan hidup sekitar tiga bulan di tempat Elisabet dan Zakaria, suaminya [Luk 1:39-56]. Kelahiran Yohanes dan Yesus bahkan terkait erat. Kadang-kadang, saya menemukan benda seni rohani yang menggambarkan Yohanes dan Yesus sedang bermain bersama sebagai anak-anak kecil. Tentunya, ini berasal dari imajinasi dan kreativitas para seniman Kristiani. Lalu, mengapa tiba-tiba Yohanes mengatakan ‘dia tidak mengenal Yesus’?

Jawabannya mungkin ditemukan dalam kehidupan awal Yohanes yang dicatat dalam Injil Lukas. Lukas menulis bahwa Yohanes bertumbuh di dalam Roh, dan ia berada di padang gurun sampai hari Yohanes menampakkan diri di depan umum kepada Israel (lihat Luk 1:80). Jadi, Yohanes mungkin mendengar tentang Yesus dari orang tuanya waktu kecil, tetapi kemungkinan besar mereka tidak pernah bertemu secara pribadi karena Yohanes berada di padang gurun sejak ia masih sangat muda. Mengapa di padang gurun? Bagaimana seorang anak kecil bisa bertahan hidup di padang gurun? Sejumlah ahli berpendapat bahwa Yohanes, sejak kecil, masuk ke dalam salah satu komunitas Eseni. Eseni adalah kelompok keagamaan di dalam bangsa Yahudi yang berkembang pada zaman Yohanes, dan mereka terkenal karena ketaatan mereka yang ketat terhadap Hukum Musa. Mereka juga terkenal karena mereka hidup sebagai komunitas di padang gurun, memisahkan diri dari dunia.

Hal menarik lainnya adalah bahwa Yohanes mengatakan bahwa Yesus ‘sudah ada’ sebelum dia. Namun, kita tahu Yohanes lahir lebih awal daripada Yesus. Di sini, Yohanes tidak mengacu pada tanggal lahir kronologis dan usia biologis. Dengan ilham ilahi, Yohanes bersaksi bahwa Yesus telah ada bahkan sebelum dia, dan bahkan sebelum segala sesuatu yang lain ada. Hal ini sesuai dengan prolog Injil keempat (lihat Yoh 1:1-14). Bahkan sebelum Yesus dilahirkan ke dalam dunia dan mengambil kodrat manusia, Ia sudah ada bersama dengan Bapa dan Roh Kudus dalam kekekalan. Yohanes Pembaptis mengakui identitas keilahian Yesus.

Apa yang kita pelajari dari kesaksian Yohanes? Banyak di antara kita yang mungkin hanya tahu sedikit tentang Yesus. Kita mungkin merayakan hari ulang tahun-Nya setiap tahun dan mengenali wajah-Nya (karena kain kafan Turin), dan akrab dengan beberapa kisah dan ajaran-Nya, tetapi kita tidak tahu banyak tentang Dia. Bahkan bagi banyak ahli Kitab Suci dan teolog yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk mempelajari kehidupan Yesus, Yesus tetap menjadi misteri. Namun, kita tidak perlu khawatir: bahkan Yohanes, saudara Yesus, tidak tahu banyak tentang Yesus!

Memang benar bahwa Yohanes hanya tahu sedikit sekali tentang Yesus, tetapi apa yang ia kenali adalah hal yang paling penting, yaitu Yesus itu Allah. Tentu saja, saya tidak mengatakan bahwa kita harus berhenti mengenal Yesus, dan cukup percaya bahwa Dia ilahi. Sebaliknya, kita diundang untuk mengenal-Nya dengan lebih baik dan lebih dalam, dan pada saat yang sama, kita tidak boleh melupakan hal yang mendasar: identitas ilahi-Nya. Jika tidak, kita dapat dengan mudah jatuh ke dalam godaan bahwa Yesus adalah segala hal, kecuali ilahi. Dalam studi kita, kita dapat menemukan bahwa Yesus adalah seorang nabi yang hebat, penyembuh yang luar biasa, pengusir setan yang kuat, guru yang benar, tetapi jika kita gagal untuk mengakui keilahian-Nya, semuanya akan sia-sia. Jadikanlah Yohanes teladan kita.

Santo Yohanes Pembaptis, doakanlah kita.

Roma

Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *