KEDATANGAN TUHAN

Jumat, 1 September 2023



Matius 25: 1-13

Tuhan Yesus mendorong kepada murid-Nya untuk bertindak bijaksana. Kebijaksanaan bersumber dari hati dan budi yang terarah kepada Allah sebagai tujuan hidup mereka. Dengan demikian, ketika seseorang berpikir dan bertindak mulai dan dari apa yang dipikirkan dan yang dikehendaki Allah maka ia akan bersikap dan bertindak Bijaksana. Apa yang dikehendaki Allah adalah agar semua orang hidup dalam kebaikan, sebenaran, keadilan dan percaya bahwa Allah yang Maha Baik telah turun ke dunia dan menebus dosa-dosa manusia melalui Yesus Kristus Putera-Nya. Dengan demikian ketika menerima dan percaya kepada Yesus Kristus, maka mereka menerima pengampunan dan keselamatan. Dengan demikian, Allah menghendaki agar semua orang percaya kepada Kristus Tuhan. “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”(Yoh 6:40).

Oleh karena itu, perjalanan hidup manusia di dunia bukan berarti hidup tanpa tujuan, bukan pula hidup dengan dikendalikan oleh keinginan-keinginan manusia/dunia yang fana, namun hidup manusia yang Bijaksana adalah hidup yang memiliki Tujuan yang dikendalikan oleh Allah sendiri menuju Kerajaan-Nya yang kekal. “Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.  Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.”(Mat 25:8-10).

Dengan demikian, setiap murid Kristus dianugerahi kesempatan di dunia ini sebagai masa persiapan dengan mengisinya dengan hal-hal yang baik dan bijak, untuk menyonsong kedatangan Hari dimana semua umat manusia harus kembali kepada Allah Bapa Pencipta-Nya dan Yesus Kristus yang datang untuk menjemput dan menghantar mereka kepada Bapa-Nya, dimana tidak ada yang tahu kapan dan saat-Nya Dia datang, kecuali Allah sendiri. “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”(Mat 25:13).

Didik, CM 

About Romo. Aloysius Didik Setiyawan CM

Tinggal di Philadelphia, AS mendampingi Komunitas Katolik Indonesia (KKI).
This entry was posted in renungan. Bookmark the permalink.

Comments are closed.