Bukan Jagoan!

Bukan Jagoan!

Pernah dengar ungkapan ‘loe jual gue beli’? Ungkapan ini sering saya dengar di kalangan anak lelaki ketika saya mengajar di sebuah SMA di Jakarta. Di balik ungkapan itu, anak-anak lelaki mau menunjukkan keberanian dan harga diri mereka ketika menghadapi tantangan dari teman maupun lawannya. Anak-anak SMA tersebut seringkali mau menunjukkan kehebatan dan keberanian mereka kepada kalayak ramai agar mereka merasakan harga diri mereka menjadi lebih tinggi dan mereka bisa popular di kalangan teman-teman mereka. Kita, orang dewasa beriman, tentunya tidak mau mengikuti pola pikir seperti anak-anak SMA ini, tetapi, apakah kita benar-benar bebas dari cara berpikir seperti ini?

Hari ini Yesus menghardik roh jahat agar diam dan keluar dari tubuh seseorang yang dirasukinya. Yesus menyuruh roh jahat itu diam karena roh jahat itu mengenali siapa Yesus sebenarnya. Apa maksud Yesus menyuruhnya diam? Yesus jelas tidak mau dirinya dikenali oleh orang-orang Israel sebagai Sang Mesias melalui roh jahat tersebut. Yesus mau dikenali oleh orang-orang sebangsanya sebagai Kristus bukan karena memamerkan kekuatan dan kekuasaaannya melainkan karena tindakan dan ajaran kasihNya. Lebih mudah mengatakan, “Hai Setan, loe jual goe beli!” dan membuat orang-orang yang menyaksikan demonstrasi kekuasaannya menjadi takut dan tunduk. Yesus tidak mau menjadi jagoan yang memamerkan kekuatan dan kekuasaanNya. Yesus punya logika lain. Dia tidak perlu meninggikan harga diriNya di depan orang banyak. Harga diriNya datang berasal dari Bapa dan dan pengenalan Bapa kepadaNya. Yang Ia inginkan adalah orang-orang Israel mengenaliNya sebagai Sang Mesias melalui tindakan dan ajaran kasihNya. Yesus mau orang-orang Israel datang kepada Tuhan bukan sebagai budak yang dikalahkan dengan kekuatan atau orang yang ketakutan melihat kuasaNya. Yesus ingin agar orang-orang Israel sebagai anak-anak Allah yang memilih logika kasih dibandingkan dengan logika kekuatan dan kekuasaan. Dengan kata lain, Yesus menginginkan orang-orang Israel, dan kita, mengenal siapa diriNya melalui ajaran dan tindakan kasihNya. Logika orang beriman adalah logika kasih, dan bukan logika “loe jual gue beli” yang mengejar ketenaran dan popularitas dengan cara menunjukkan kuasa dan menimbulkan ketakutan. Apakah anda memilih jalan ‘loe jual gue beli’ atau memilih jalan Yesus yang menunjukkan kasih sebagai orang yang mengenal Allah?***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hit Counter by technology news