Dengarkan! Perhatikan!

Dengarkan! Perhatikan!

Dengarkan dan perhatikan! Dalam bahasa Inggris, kata mendengarkan dan memperhatikan itu dirangkum menjadi satu kata “listen!” Kata ini berasal dari bahasa Latin “audire.” Tidak mengherankan bila kata “listen” itu punya kaitan erat dengan kata “obey” atau “taat” karena “audire” itu berasal dari kata latin “obedire.” Mendengarkan dan memperhatikan itu berarti juga menaati.

Dalam masyarakat yang sibuk dan berisik, kita ditantang untuk bisa mendengarkan dan memperhatikan. Kita sering tidak dapat duduk dan rileks. Kita sering kekurangan waktu dan merasa bahwa ada banyak hal yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Kita sering sibuk dengan segala pekerjaan dan aktivitas sehingga kita tidak mempunyai waktu untuk duduk tenang dan berdoa.

Doa itu bukan hanya meminta, tetapi juga mendengarkan dan memperhatikan. Hanya kalau kita mempunyai sikap mendengarkan, doa kita menjadi doa yang tulus dan benar karena dengan mendengarkan dan memperhatikan, kita bisa mengetahui apa kehendak Tuhan dalam hidup kita dan melaksanakannya. Doa yang benar akan membawa kita kepada pengenalan kehendak Allah dan menaati kehendak Tuhan dalam hidup kita. Itulah yang terjadi dalam cerita Samuel saat ia dipanggil Tuhan untuk menjadi nabiNya. Panggilan menjadi nabi itu dimulai dari mendengarkan dan memperhatikan Tuhan, dan adalah tugas kita semua orang-orang yang dibaptis untuk melaksanakan (baca: menaati) kehendak Allah.

Sudahkah aku memiliki waktu tenang dan hening untuk mendengarkan dan memperhatikan Tuhan dalam hidupku yang sibuk?***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hit Counter by technology news