Hati-hati dalam Meminta!

Hati-hati dalam Meminta!

Hari ini kita mendengarkan dalam bacaan pertama bahwa Israel meminta raja dan Samuel yang kesal mengeluh kepada Tuhan bahwa orang-orang Israel menolak Samuel karena usianya yang sudah lanjut. Tetapi Tuhan melihat hati dan Ia tahu bahwa bukan Samuel yang mereka tolak melainkan Tuhan sendiri. Walau Tuhan mengabulkan apa yang mereka minta, Tuhan menegur dengan keras orang-orang Israel melalui Samuel karena keinginan mereka bertentangan dengan kehendak Tuhan.

Seperti orang-orang Israel, kita sering meminta kepada Tuhan apa yang lebih baik, lebih kuat, lebih pandai, dan lebih dalam banyak hal daripada apa yang telah kita miliki. Tetapi cerita Samuel dan orang-orang Israel hari ini menunjukkan bahwa kita harus berhati-hati dengan apa yang kita minta. Permintaan yang datang dari hati yang pahit dan getir atau dari keinginan daging yang bertentangan dengan kehendak Tuhan seringkali tidak membawa kebaikan melainkan kekacauan dan kerusakan. Permintaan yang datang dari keserakahan dan kesombongan pada akhirnya adalah rancangan kecelakaan yang datang dari roh jahat dan kelemahan manusiawi kita. Saya pernah mengenal orang yang ketika bangun pagi selalu mendoakan orang-orang yang ia tidak sukai untuk dihukum Tuhan. Pada kahirnya, bukannya orang-orang itu mendapatkan hukuman dari Tuhan, malahan sang pendoa mengalami kegetiran dalam hidupnya karena dendam dan amarah yang disimpan di dalam hatinya.

Hari ini kita diingatkan bahwa kita harus sungguh-sungguh bertanya kepada diri kita sendiri saat kita meminta kepada Tuhan, “Apakah permintaan ini datang dari hati yang mencari kebesaran Tuhan atau kebesaran diri sendiri?” Kita diingatkan untuk mencari Tuhan dan kehendakNya, dan bukan berusaha memaksakan kehendak kita kepada Tuhan. Hati-hati dalam meminta!***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hit Counter by technology news