Orang Berdosa? Anda Dipanggil!

Orang Berdosa? Anda Dipanggil!

Bertahun-tahun yang lalu, saya membaca sebuah tulisan di meja bos saya ketika saya bekerja di sebuah perusahaan: “There are only two rules in this office! Rule #1: The boss is always right. Rule #2: When the boss is wrong, see rule #1” [Hanya ada 2 aturan! Aturan 1: Bos selalu benar. Aturan 2: Ketika bos salah, lihat aturan 1]. Ungkapan ini adalah cermin dari salah satu naluri dasar manusia, yakni “kehendak untuk berkuasa,” dan menjadi benar adalah syarat untuk memiliki kekuasaan atau otoritas. Untuk menjadi berkuasa dan berotoritas, orang harus menempatkan dirinya secara berbeda, atau lebih tepatnya, orang harus meninggikan dirinya di hadapan yang lain. Apakah hal ini salah? Tidak selalu bahkan terkadang perlu, tetapi dalam cara pandang Yesus, orang-orang yang berusaha meninggikan diri mereka dengan menganggap diri mereka suci dan menyudutkan orang-orang sederhana sebagai orang berdosa adalah orang-orang yang tidak memiliki logika Tuhan.

Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat bagaimana orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berusaha untuk menunjukkan bahwa mereka-lah yang berkuasa dan berotoritas sehingga mereka perlu membedakan diri mereka dari para pemungut cukai yang dianggap berdosa dan lebih rendah dari mereka. Mereka ingin menarik Yesus dalam logika mereka, tetapi Yesus menolak karena satu-satunya logika yang Yesus pakai adalah logika Allah yang adalah kasih itu. Ketika Tuhan datang kepada seseorang, Ia datang dengan kasih yang mengampuni. Tuhan tidak datang sebagai hakim yang menghukum tetapi sahabat yang memanggil anda ke dalam jalan pertobatan. Logika Tuhan bukanlah kekuasaan melainkan kasih!

Jadi jika hari ini anda merasa bahwa anda jauh lebih baik dari beberapa orang dan menganggap mereka sebagai orang berdosa yang perlu dijauhi, anda perlu diingatkan bahwa logika anda itu tidak sejalan dengan logika Tuhan. Tetapi kalau hari ini anda merasa diri anda berdosa dan melakukan kesalahan, janganlah segan-segan untuk membaca lagi kalimat di dalam Injil, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Kita hendaknya selalu mengingat logika Tuhan dalam hidup kita, terutama ketika kita melakukan kesalahan atau berbuat dosa. Baik juga kita mengingat kata-kata Paus Fransiskus, “Kalau kamu menginginkan kerahiman [Allah], ketahuilah bahwa kamu adalah para pendosa.” Para pendosa, kita semua dipanggil menjadi sahabat Yesus!***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hit Counter by technology news