Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Yohanes 7: 1-2.10.25-30

Jumat, 27 Maret 2020

1. Daya jebak hormat dan puji. Yohanes memberikan gambaran tentang Yesus yang “tidak mau tetap tinggal di Yudea” dengan alasan “di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.” Yohanes tidak mengatakan bahwa Dia tidak berani, tetapi bahwa Dia tidak mau tetap tinggal di Yehuda. Dia menolak tinggal di Yehuda bukan karena takut mati, melainkan Ia bersikap hati-hati karena waktu-Nya belum tiba. Saudara-saudaranya sebenarnya memberi saran agar Yesus pergi ke Yerusalem (bersama mereka), tetapi Yesus tidak mau. Saran mereka logis dari sisi pemasaran. Mereka menyakinkan Yesus bahwa jika Ia ingin mempunyai banyak pengikut, Ia harus mendemonstrasikan sesuatu yang dapat meyakinkan banyak orang: “Berangkatlah dari sini dan pergi ke Yudea, supaya murid-murid-Mu juga melihat perbuatan-perbuatan yang Engkau lakukan. Sebab tidak seorangpun berbuat sesuatu di tempat tersembunyi, jika ia mau diakui di muka umum. Jikalau Engkau berbuat hal-hal yang demikian, tampakkanlah diri-Mu kepada dunia.”  (ayat 3-4). Menurut mereka, sekaranglah waktu yang paling tepat, yaitu saat Yerusalem sedang dalam suasana perayaan Pondok Daun karena semua orang Yahudi dari penjuru dunia sedang hadir di sana. Di balik sikap mereka ini ada kepentingan diri sendiri. Mereka berharap bahwa jika Dia berhasil tampil hebat, maka mereka, yang adalah saudara-saudara-Nya, akan ikut dihormati oleh orang banyak karena Dia. Dia sama sekali tidak tertarik mencari kehormatan dari manusia. Dia tidak mau pergi bersama mereka yang hendak membuat Dia memamerkan diri. Dia tidak akan mengikuti godaan itu. Yesus telah menetapkan sikap bahwa Dia belum mau pergi ke pesta itu, dan karena waktunya belum tiba.

Kita, sebagai pengikut Kristus, haruslah bersikap teguh dan tidak cepat goyah saat berhadapan dengan “iming-iming” atau tawaran popularitas dan kehormatan ala dunia. Di lain sisi, kita diajak untuk bercermin dari saudara-saudara Yesus yang ingin mencari popolaritas dan kekormatan dengan cara “ikut menumpang” popularitas Yesus yang hari-hari ini memasuki masa penderitaan dan kematian. Semoga sumbang sih yang kita lakukan pada hari-hari ini, yaitu pada saat banyak orang menderita bahkan menghadapi kematian akibat Virus Corana, tidak menjadikan situasi ini sebagai ajang pencarian popularitas dan kehormatan. Pada masa-masa ini mari kita berdoa bagi para dokter dan perawat serta petugas kesehatan lainnya yang tanpa keinginan mencari hormat dan puji telah berada di garda depan untuk melayani sesama.

 

2. Allah mempunyai waktu-Nya sendiri. “Sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.” Seolah-olah Ia menyembunyikan diri-Nya sendiri.Ia pergi secara sembunyi-sembunyi, karena Ia tidak mau membangkitkan amarah pihak penguasa. Ia pergi ke pesta Pondok Daun itu, karena pesta itu merupakan kesempatan untuk memuliakan Allah dan berbuat baik. Ia ingin pekerjaan Allah dilakukan tanpa menimbulkan keributan. Yesus, yang mengetahui semua orang dan segala sesuatu, tahu bahwa waktu yang paling baik dan paling sesuai untuk menunjukkan diri-Nya adalah pada pertengahan perayaan.

Kita boleh melakukan pekerjaan Allah secara sembunyi-sembunyi, namun untuk sesuatu yang baik dan benar. Kita, yang tidak tahu apa-apa dan tidak berpikir panjang, cenderung mau mengatur Allah, dan berpikir bahwa Dia harus membebaskan umat-Nya, dan karena itu Ia harus menunjukkan diri-Nya sekarang juga. Hal ini berlaku juga pada saat dunia sedang mengalami pandemi Corona. Bagi kita inilah saatnya, tetapi Dialah yang paling layak untuk menentukan, dan mungkin saja saat ini waktu-Nya belum tiba. Umat-Nya belum siap untuk dibebaskan, dan musuh-musuh-Nya belum sampai waktunya untuk dihancurkan. Oleh karena itu, marilah kita menunggu waktu-Nya dengan sabar, sebab semua yang dilakukan-Nya akan tampak paling mulia pada waktunya.

 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Hit Counter by technology news