KEBETULAN SEKALIPUN, TETAP RENCANA TUHAN

KEBETULAN SEKALIPUN, TETAP RENCANA TUHAN

Senin, 18 Mei 2020
Minggu Paskah VI
[Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Yoh. 15:26 – 16:4a]

Pernahkah kita mengalami sebuah kebetulan? Tidak merencanakan sesuatu, tapi yang terjadi dalam hidup kita, justru sesuatu yang benar-benar dibutuhkan atau didambakan. Misalnya, ketika di jalan, bertemu dengan orang yang sangat ingin kita jumpai, tetapi sesungguhnya kita tidak merencanakan itu terjadi dalam hari tersebut. Intensitasnya, bisa dalam peristiwa kecil, bisa dalam peristiwa besar. Maka, ada istilah: ndilalah! Pas ingin bayar utang kok ndilalah ada yang memberi fitrah. Saya yakin kita semua pernah mengalami. Kalau saya merenungkan peristiwa kebetulan, saya kok tambah yakin bahwa kebetulan sekalipun adalah tetap rencana Tuhan, karena kita memang tidak pernah tahu rencana Tuhan atas hidup kita. Maka, itu semua menyangkut semua aspek kehidupan: rejeki, jodoh, perjumpaan, pengalaman hidup dan lain-lain.

Kalau hari ini Yesus bersabda: “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku”, Ia hendak mengatakan bahwa sampai kapanpun Allah akan menyertai kita dengan berbagai macam cara: termasuk melalui pengalaman-pengalaman dan perjumpaan-perjumpaan yang terjadi dalam hidup kita. Dan, dari setiap pengalaman dan perjumpaan itulah, akan tersingkap, bahwa Allah sungguh menata, mengatur dan merencanakan hidup kita sedemikian rupa, sehingga yang terjadi adalah sungguh kebenaran akan kehendakNya. Manusia, kadang menjadi mudah kecewa dan menggerutu, manakala rencana hidupnya gagal, tapi mungkin karena itu bukan yang terbaik atas hidup kita.

Yang mesti kita lakukan adalah, menggunakan setiap pengalaman dan perjumpaan hidup kita dengan sesama, sebagai sarana bersaksi bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita, dalam kondisi apapun. Bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun menurut ukuran manusia, Tuhan juga menyelipkan rahmat yang besar, meski kadang dalam peristiwa-peristiwa kebetulan yang tak terencanakan. Semoga kita senantiasa dikaruniai rahmat melimpah dari Allah.   

Comments are closed.