JANGANLAH KUATIR

JANGANLAH KUATIR

Selasa, 19 Mei 2020, Pekan IV Paskah

Yohanes 16:5-11

Setelah Yesus bangkit, Dia naik ke sorga, sesuai yang telah ditulis dalam Kitab Suci. “.. Tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi?(Yoh 16:5). Satelah Yesus Kembali kepada Bapa-Nya, Roh Kudus, yaitu Roh Penghibur, dicurahkan kepada para murid-Nya. “…Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”(Yoh 16:7). Mengapa Allah menurunkan Roh Kudus kepada manusia? Karena kelemahan manusia, ia tidak mampu sepenuhnya menangkap apa yang yang dimaksud Allah dengan segala yang telah diberikan, sekalipun Allah telah turun dalam diri Yesus Kristus, maka Roh Kudus harus diturunkan supaya manusia sadar dan mengerti.”..Yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”(Yoh 14:26). Oleh karena itu, sesungguhnya manusia bergantung pada Allah jika ingin hidup benar, damai dan mencapai keselamatan. Banyak cara yang telah dilakukan Allah untuk bisa membawa mereka tinggal di dekat-Nya. Sejak awal Allah telah menempatkan manusia di Taman Firdaus, namun karena manusia jatuh dalam dosa, manusia terlempar ke dunia dan harus mengalami satu persoalan ke persoalan yang lain dan seterusnya. Kehadiran Roh Kudus ingin menyatakan kebenaran agar manusia percaya bahwa lewat Yesus Kristus Putera-Nya, Allah menganugerahkan harapan dan keselamatan bagi manusia yang sudah lelah menghadapi segala kesulitan dan kesusahan. “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.”(2 Kor 1:3-4) Di dalam Kristus seseorang menemukan kekuatannya. “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”(Filipi 4:6-7). Allah tidak membiarkan seseorang yang percaya, berjalan sendirian, seperti yatim-piatu, karena Roh-Nya selalu menyertai. “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim-piatu. Aku datang Kembali kepadamu.”(Yoh 14:18). Dengan merenungkan semua perhatian dan cinta yang telah dilakukan Allah kepada manusia, maka seseorang akan hidup damai dan sejahtera. Paroki St. Montfort Serawai, Kalbar, ditulis oleh: Rm Aloysius Didik Setiyawan CM

Comments are closed.