Suscipe

Suscipe

Jumat, 31 Agustus 2020
Hari Raya Santo Ignatius Loyola

Yeremia 26:1-9
Mazmur 69
Matius 13:54-58

Istilah ini kalau di Indonesia digunakan untuk hubungan antara dua orang yang tidak berada dalam ikatan perkawinan yang sah tetapi hidup bersama. Tetapi tidak hanya orang saja Dalam sejarah dunia, bilamana terjadi kumpul kebo antara agama dan pemerintahan, seringkali terjadi penyalahgunaan kekuasaan, penyelewengan, dan penganiayaan kelompok minoritas. Itu sebabnya para minoritas agama yang lari dari kerajaan Inggris, ketika sampai di benua baru Amerika, menjadikan salah satu prinsip pemerintahan mereka: separation of church and state atau pemisahan antara gereja dan negara.

Menggunakan agama memang salah satu cara paling mudah dan menggiurkan untuk seorang pejabat pemerintah untuk memenangkan popularitas rakyatnya. Beberapa tahun terakhir ini kita lihat bagaimana Islam fundamentalis direkrut oleh beberapa partai politik di Indonesia untuk memenangkan pemilu. Di Turki, Hagia Sophia yang merupakan gereja masa Konstantinopel yang kemudian dijadikan masjid dan akhirnya musium, dua minggu lalu dijadikan masjid kembali oleh Presiden Erdogan. Jelas saja ini langkah yang popular bagi mayoritas Muslim di Turki. Kalau ada orang yang mengkritis, akan nampak seperti dia membenci Islam. Hal seperti ini tidak hanya unik di dua negara ini atau cuma negara yang mayoritas Islam, tapi juga di negara lain termasuk Amerika Serikat.

Dalam bacaan pertama hari ini nabi Yeremia menolak untuk tunduk pada kepentingan kerajaan dan memilih setia pada Tuhan. Hal ini membuat dia dibenci, bahkan diancam dibunuh, oleh para imam, nabi lain, dan pejabat kerajaan. Dalam Injil, Yesus pun dibenci oleh orang-orang di kota asalnya. Di kemudian hari ia pun dibunuh karena tuntutan pemimpin-pemimpin agama Yahudi yang bekerja sama dengan pemerintahan penjajah Romawi.

Untuk membantu kita tetap setia pada Tuhan dan tidak teriming-imingi oleh kekuasaan atau popularitas, marilah kita doakan bersama doa Suscipe yang ditulis oleh St. Ignatius Loyola:

Ambillah, Tuhan dan terimalah
seluruh kebebasanku, ingatanku,
pikiranku dan segenap kehendakku,
segala kepunyaan dan milikku,
Engkaulah yang memberikan,
padaMu Tuhan kukembalikan.
Semuanya milikMu,
pergunakanlah sekehendakMu.
Berilah aku cinta dan rahmatMu,
cukup sudah itu bagiku.
Comments are closed.