Imam Super Kudus

Imam Super Kudus

Peringatan St. Yohanes Maria Vianney

4 Agustus 2020

Matius 15:1-2,10-14

Hari ini kita bersama-sama memperingati Santo Yohanes Maria Vianney. Dia adalah seorang imam dari Perancis yang bekerja di kota kecil Ars. Menjadi pastor paroki di sana sepanjang hidupnya, diapun dikenal sebagai “curé d’Ars.” Paus Benedictus XVI mengangkatnya sebagai santo pelindung dari para imam.

Ada banyak hal tentunya yang bisa kita teladani dari Santo Yohanes Maria Vianney. Salah satu adalah bahwa kesetiaannya dalam pelayanan dan kasihnya yang luar biasa terhadap para pendosa. Santo Yohanes yang terlahir tahun 1786 ini melihat para imam sebagai para pahlawan imam karena saat Gereja Prancis mengalami masa persekusi di masa revolusi Prancis, ada imam-imam yang tetap setia melayani umat meski tahu jika tertangkap mereka akan dihukum mati. Ini yang menjadi inspirasi bagi Yohanes muda dan semangat yang sama ini akan ia hidupi saat iapun menjadi imam.

Saat dia mengikuti Pendidikan di seminari, dia mengalami kesulitan terutama dalam pelajaran Latin. Menguasai Bahasa Latin pada waktu itu sangat penting tidak hanya karena itu adalah Bahasa resmi dari Gereja Katolik Roma, tetapi juga berbagai perayaan sakramen secara khusus Ekaristi dilakukan dalam Bahasa Latin. Penguasaan Bahasa latin menjadi faktor penentu layak atau tidaknya seorang pria menjadi imam. Walaupun hampir gagal, uskupnya melihat bahwa Yohanes memiliki kelembutan hati dan semangat yang membara, sehingga iapun mengizinkan Yohanes untuk menjadi seorang imam.

Yohanes ditugaskan di sebuah kota kecil bernama Ars-sur-Formans tidak jauh dari kota Lyon. Walaupun ditugaskan di kota kecil, sedikit pun dia tidak mengeluh, dan bahkan sebaliknya dia memberikan diri sepenuhnya di dalam pelayanan. Salah satu tugas pentingnya adalah untuk mengembalikan iman dari umatnya yang sepanjang revolusi telah meninggalkan Gereja. Dia tidak hanya melakukan ketekese tetapi dia juga sangat terkenal memiliki kebijaksanaan mendalam saat dia duduk dan mendengarkan pengakuan dosa. Dia bekerja tanpa istirahat sepanjang hari, dan pernah dia bekerja lebih dari 16 jam dalam sehari. Kekudusan dan kebijaksanaannya mulai didengar banyak orang dan mereka pun mulai berziarah ke kota kecil ini untuk mengaku dosa kepada sang imam kudus ini. Menurut cerita, dalam setahun ada lebih dari 200 ribu orang berziarah dan dibawa ke dalam pertobatan dan semakin dekat lagi dengan Tuhan. Setelah mengabdi selama lebih dari 40 tahun sebagai imam di kota Ars ini, dia wafat pada usia 73 tahun. Pada tahun 1925, dia dinyatakan sebagai seorang santo.

St. Yohanes Maria Vianney, doakanlah kami.

Comments are closed.