Iman berbuah dalam tindakan

Iman berbuah dalam tindakan

Sabtu, 12 September 2020

Iman berbuah dalam tindakan (Luk 6:43-49)

            Suatu hasil yang bermutu dan baik memerlukan suatu proses yang lama dan tenaga yang besar. Sebagai contoh, seorang atlet atau olahragawan yang berprestasi pastilah telah membiasakan diri dengan suatu latihan berulang-ulang dan disiplin diri, kontrol diri. Proses latihan yang tekun akan berbuah manis dalam meraih suatu prestasi. Simbol-simbol yang ditemukan dalam bacaan Injil hari ini berbicara mengenai kaitan kualitas buah dan kualitas pohonnya. Kita ketahui pohon ara menjadi pohon yang terkenal di kalangan penduduk Palestina. Pohon itu menyimbolkan kesuburan, damai dan kemakmuran. Sebagai contoh juga pohon anggur yang memproduksi anggur menjadi simbol sukacita dan kegembiraan. Dengan demikian dapat dikatakan pohon yang tidak menghasilkan buah akan kehilangan arti sebagai sebuah pohon. Hal itulah menjadi contoh yang digunakan Yesus dalam mengajar para murid mengenai hidup iman. Buah yang baik merupakan hasil dari pertumbuhan suatu pohon yang subur. Seperti halnya seorang pribadi akan “memproduksi” kualitas pribadi yang baik tergantung dari apa yang “ditaburkan” dalam hati. Perbuatan atau kebiasaan baik yang dilakukan berulang-ulang akan membangun seorang pribadi yang berkarakter unggul. Tidak mungkin sebuah pohon ditanam dan akan berbuah dalam waktu semalam.  Pertumbuhannya membutuhkan suatu proses dan waktu yang cukup lama.

            Oleh karena itu hidup membutuhkan keaslian bukan kepalsuan. Nabi Yesaya mengingatkan kita akan bahaya kepalsuan : “Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan…” (Yes 5:20). Sebagai seorang kristiani, kedalaman hidup membutuhkan suatu perjuangan yang tidak gampang dan harus melalui jalan terjal bahkan Salib. Bagaimana kita menghindari kepalsuan hidup itu? Jalannya adalah dengan hidup yang benar di hadapan Allah dan sesama. Allah menguatkan kita dengan rahmat Roh Kudus yang akan menghasilkan buah-buahnya, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Gal 5:22). Roh Kudus melatih kita untuk disiplin dalam hidup seperti yang dikatakan dalam Ibrani 5:14, “Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat”

“Tuhan Yesus, berikanlah kepada kami kebijaksanaan dan kekuatan untuk hidup menurut SabdaMu. Semoga kami menjadi pelaksana SabdaMu dan bukan hanya pendengar saja”

Comments are closed.