Sabda Tuhan menyembuhkan dan membawa kita ke dalam kebenaran

Sabda Tuhan menyembuhkan dan membawa kita ke dalam kebenaran

Luk 13:10-17

Dalam Injil hari ini kita mendengar kisah bahwa Yesus menyembuhkan seorang wanita yang menderita lumpuh pada hari Sabat, hari di mana semua orang Yahudi dilarang keras untuk melakukan aktivitas sejenis ini. Yesus tentu saja mengenal dan tahu dengan baik apa yang bisa dibuat dan apa yang  dilarang oleh hukum sabat. Akan tetapi dengan alasan yang sangat baik dan benar, yakni demi keselamatan nyawa manusia, aturan apapun, termasuk aturan-aturan keagamaan harus berlaku surut atau diabaikan. Yesus mengajarkan bahwa hukum itu perlu ditaati, tapi tidak ditaati secara buta.

Banyak di antara kita sering kali jatuh dalam praktik ketidakadilan karena ingin mengikuti aturan atau hukum secara kaku dan di saat yang sama mengorbankan kepentingan yang lebih bernilai. Kita bisa jatuh dalam praktik kaum farisi, yakni ketidakpedulian, berhati dingin dan kaku terhadap kebutuhan jemaat yang menderita, sakit, miskin dan terabaikan dalam masyarakat. Praktik liturgi dan keagamaan dalam gereja tidak memiliki korespondensinya dengan kenyataan hidup sehari-hari. Barangkali ada ketakutan dalam diri yang belum disembuhkan. Adanya dilema dalam diri akan apa yang kita hayati sebagai benar dan harus dijaga dengan kenyataan-kenyataan konkret dan personal yang menuntut kepekaan dan intervensi langsung dari pihak kita. Banyak beban dan kekuatiran hidup yang membuat kita takut bertindak secara benar. Mengikuti hukum secara kaku dapat membawa kita jatuh dalam kebutaan spiritual, tuli terhadap teriakan dan penderitaan sesama.

Kita dipanggil untuk bertobat dari dosa kebutaan dan ketidakpedulian spiritual yang kita ciptakan sendiri. Keselamatan, damai dan kebahagiaan sesama harus menjadi hukum tertinggi. Yesus ingin membebaskan kita dari beban dosa, hukuman dan candu spiritual yang dibebankan oleh keyakinan-keyakinan palsu yang diciptakan sendiri. Yesus ingin meletakkan tangan-Nya atas diri kita dan menyembuhkan kita. Kita harus berani untuk mendekati dan berbicara dengan Yesus, mengungkapkan penyakit-penyakit yang barangkali masih tersembunyi namun menyiksa dan membunuh kita dari dalam, dan menerima kekuatan dan rahmat pembebasan Roh Kudus. Yesus pasti menyembuhkan kita asalkan kita punya iman yang benar akan Dia dan berharap bahwa karya keselamatan Allah pasti lebih besar dari setiap tantangan dan cobaan yang kita hadapi.

Alex Sila SVD

Comments are closed.