KehadiranNya dalam RohNya yang kudus
Rm. Gunawan Wibisono O.Carm
Rm. Gunawan Wibisono O.Carm
Rm. Ignasius Joko Purnomo
Yohanes 16:5-11
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Seringkali, ketika kita menghadapi situasi sulit—kehilangan orang yang kita kasihi, kegagalan dalam pekerjaan, atau doa yang terasa tidak dijawab—kita cenderung berhenti bertanya. Kita tidak lagi mencari kehendak Tuhan, tetapi malah terjebak dalam pikiran: “Mengapa ini terjadi pada saya?” Murid-murid juga demikian. Mereka tidak bertanya, “Tuhan, apa maksud-Mu?” Mereka hanya merasa kehilangan.
Dalam Injil hari ini, kita melihat suasana hati para murid yang sangat manusiawi. Ketika Yesus berbicara tentang kepergian-Nya, tetapi alih-alih bertanya lebih dalam, mereka justru tenggelam dalam kesedihan. Mereka fokus pada rasa kehilangan, bukan pada makna di balik peristiwa itu. Di sini kita belajar dua hal penting, yaitu: tidak semua rencana Tuhan langsung kita mengerti, dan kesedihan bisa menutup perspektif rohani.
Saudara-saudari terkasih,
Hari ini kita diajak untuk terus berani membuka hati terhadap rencana Tuhan dalam berbagai peristiwa hidup kita, terlebih dalam persitwa-peristiwa hidup kita yang seringkali tidak bis akita pengerti. Tetaplah berdoa mohon bimbingan Tuhan. Jangan biarkan hati kita tertutup bagi Tuhan, ketika kita diliputi kesedihan. Bawalah kesedihan itu kepada Tuhan, karena di sanalah Roh Kudus bekerja. Akhirnya, marilah kita belajar untuk tetap percaya, bahkan dalam kegelapan. Karena seperti dikatakan Santo Yohanes dari Salib, jalan yang tidak kita mengerti justru bisa menjadi jalan menuju Tuhan. Semoga kita diberi rahmat untuk tetap setia, tetap percaya, dan tetap berharap, dalam segala situasi hidup kita.
Semoga Tuhan memberkati kita semua
Rm. Gunawan Wibisono O.Carm
(Injil Yohanes 15:26-16:4a)
Seorang bapak pernah bercerita tentang anak kecilnya yang takut tidur sendiri saat listrik padam. Setiap malam anak itu selalu berkata, “Ayah jangan pergi.”
Maka sang ayah duduk di dekat pintu kamar. Ia tidak banyak bicara. Kadang malah hanya diam sambil membaca buku. Tetapi anehnya, si anak bisa tidur nyenyak.
Suatu hari bapaknya bertanya, “Mengapa kamu bisa tenang padahal lampu mati?”
Anaknya menjawab sederhana, “Karena aku tahu Ayah ada di sini.”
Bukan suara ayahnya yang membuat tenang. Bukan juga penjelasan panjang. Kehadiran ayahnya itulah yang memberi keberanian.
Dalam Injil hari ini, Yesus tahu bahwa para murid akan menghadapi penolakan, kebencian, bahkan penganiayaan. Ia tidak menjanjikan hidup yang mudah. Yesus malah berkata terus terang bahwa akan ada orang-orang yang memusuhi mereka karena tidak mengenal Allah.
Tetapi menariknya, Yesus tidak meninggalkan murid-murid sendirian. Ia menjanjikan “Penolong”, yaitu Roh Kudus, yang akan menyertai dan menguatkan mereka.
Sering kali kita berharap Tuhan menyelesaikan semua masalah kita secara instan. Kita ingin badai langsung berhenti. Kita ingin orang yang membenci kita langsung berubah. Kita ingin hidup mulus tanpa luka. Tetapi Roh Kudus sering bekerja bukan dengan menghilangkan kesulitan, melainkan memberi kekuatan agar kita mampu bertahan di tengah kesulitan itu.
Kadang kita merasa Tuhan diam. Doa terasa biasa saja. Hidup tetap berat. Pelayanan melelahkan. Ada fitnah, ada kecewa, ada rasa tidak dihargai. Namun seperti anak kecil tadi, sebenarnya kita tidak berjalan sendirian. Roh Kudus hadir dengan cara yang tenang tetapi nyata.
Ia hadir dalam hati yang tetap mampu sabar meski disakiti.
Ia hadir dalam mulut yang masih bisa berkata baik saat emosi.
Ia hadir dalam langkah kecil untuk tetap setia datang misa, tetap melayani, tetap berdoa, walau hati sedang lelah.
Roh Kudus tidak selalu bekerja dengan hal-hal spektakuler. Kadang Ia hanya memberi satu hal sederhana: kekuatan untuk tetap bertahan dan tidak meninggalkan Tuhan.
Dan itu sudah mukjizat besar.
Pertanyaan Reflektif
Doa Penutup
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak membiarkan kami berjalan sendiri. Utuslah Roh Kudus-Mu agar kami tetap kuat, setia, dan berani menjadi saksi-Mu di tengah dunia. Amin.
RD. Yusuf Dimas Caesario
Rm. Gunawan Wibisono O.Carm