{"id":10009,"date":"2020-11-26T20:27:32","date_gmt":"2020-11-27T04:27:32","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10009"},"modified":"2020-11-26T20:27:32","modified_gmt":"2020-11-27T04:27:32","slug":"memuliakan-allah-dalam-kebaikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10009","title":{"rendered":"Memuliakan Allah dalam Kebaikan"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jumat, 27 November 2020<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hari Biasa XXXIV<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan I&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Why 20: 1-4, 11 <\/strong><strong>\u2013<\/strong><strong> 21:2<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan Injil&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>Luk 21: 29-33<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan I mengajak kita untuk melihat dan merenungkan betapa besar kuasa Allah. Kekuasaan-Nya tidak hanya terbatas pada teritori atau periode tertentu, tetapi kuasa Allah melampaui segala-galanya. Akhir zaman menjadi gambaran bahwa Allah berkuasa untuk mengaruniakan hidup yang kekal. Untuk itulah, kita disadarkan memiliki sikap taat dan tunduk kepada-Nya karena segala kekuasaan yang kita miliki di dunia ini sifatnya sementara. Kekuasaan kita akan lenyap di hadapan Allah Yang Mahakuasa. Di akhir zaman, kita semua akan dihakimi menurut perbuatan masing-masing. Tidak peduli jabatan tinggi yang kita miliki, gelar yang kita dapatkan, kekayaan yang kita raih, kehormatan yang kita terima atau apapun atribut lainnya, kita semua setara di hadapan Allah. Perbuatan kita menjadi bukti tentang anugerah kehidupan kekal kelak.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, baik jika kita melihat kembali gerak perbuatan selama ini, apakah sudah secara sempurna melakukan kebaikan? Berbuat baik itu perlu dilakukan sebanyak-banyaknya tanpa mengenal lelah. Tujuan berbuat baik adalah memuliakan Allah, bukan semata-mata menyenangkan Allah saja. Sebab, memuliakan Allah tidak cukup hanya dengan doa atau kegiatan rohani pribadi. Memuliakan Allah butuh perwujudan konkret. Emha Ainun Nadjib pernah mengajarkan <em>\u201cPercuma aku berdoa khusyuk di dalam kamar, sementara di luar sana banyak orang berteriak minta tolong; dan aku mengabaikan mereka semua\u201d<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbuat baik merupakan perintah dari Tuhan dan kita tahu bahwa pada akhir zaman semua yang ada di bumi akan hancur, tetapi Sabda Tuhan tetap akan hidup. Nyata bahwa kalau kita memelihara pokok ajaran sabda Tuhan yaitu melakukan tindakan baik, maka kita akan mendapatkan hidup yang kekal. Di masa pendemi ini, pertolongan kita banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Bentuk pertolongan itu tidak hanya dalam ukuran materi yang luar biasa, tetapi bisa dimulai dengan ketaatan pada protokol kesehatan yang dilakukan secara pribadi. Disiplin pada protokol kesehatan merupakan cara kita berbuat baik pada orang lain. Kita turut menjaga kesehatan orang lain. Kita turut mengurangi penyebaran virus. Itulah kesempatan kita masing-masing yang paling aktual dan relevan dengan situasi sekarang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 27 November 2020 Hari Biasa XXXIV Bacaan I&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Why 20: 1-4, 11 \u2013 21:2 Bacaan Injil&nbsp;&nbsp;&nbsp; Luk 21: 29-33 Bacaan I mengajak kita untuk melihat dan merenungkan betapa besar kuasa Allah. Kekuasaan-Nya tidak hanya terbatas pada teritori atau periode tertentu, tetapi kuasa Allah melampaui segala-galanya. Akhir zaman menjadi gambaran bahwa Allah berkuasa untuk mengaruniakan hidup yang kekal. Untuk itulah, kita disadarkan memiliki sikap taat dan tunduk kepada-Nya karena segala kekuasaan yang kita miliki di dunia ini sifatnya sementara. Kekuasaan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10009\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10009","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10009"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10009\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10010,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10009\/revisions\/10010"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}