{"id":10119,"date":"2021-01-18T14:03:33","date_gmt":"2021-01-18T22:03:33","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10119"},"modified":"2021-01-18T12:05:39","modified_gmt":"2021-01-18T20:05:39","slug":"pentingnya-hari-sabat-untuk-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10119","title":{"rendered":"Pentingnya hari Sabat untuk kita"},"content":{"rendered":"\n<p>Ibrani 6:10-20<\/p>\n\n\n\n<p>Markus 2:23-28<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudariku terkasih,<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Yesus dalam Injil hari ini membela para murid yang memetik gandum pada hari Sabat sembari mengingatkan kaum Farisi akan raja Daud bersama mereka yang mengikutinya masuk ke Rumah Allah dan makan roti sajian yang hanya diperuntukan bagi imam-imam tetapi karena mereka benar-benar kelaparan. Pada dasarnya hari Sabat adalah hari istirahat dimana pada hari ketuju setelah Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya (Kejadian 2:2). Saya lalu ingat akan tradisi di dalam Gereja Katolik, khususnya dalam Katekismus Gereja Katolik mengajarkan kelima perintah Gereja. Salah satu dari kelima perintah gereja itu dikatakan; Ikuti perayaan Ekaristi pada hari Minggu dan pada hari raya yang diwajibkan; dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu. Ketika saya masih kecil, terus terang saja sekitar 60an tahun yang lalu, umat Allah sangat keras diingatkan untuk tidak bekerja pada hari Minggu. Tidak boleh melakukan pekerjaan di ladang, atau membangun rumah atau pekerjaan berat lainnya. Saya &nbsp;masih ingat juga ketika itu, ada orang yang melakukan pekerjaan berat pada hari Minggu lalu mendapat kecelakaan ketika melakukan pekerjaannya maka reaksi umat yang lain langsung menjudge: &#8220;nah lho, makanya jangan melakukan pekerjaan berat pada hari Minggu.&#8221; Selain itu setelah saya ditahbiskan menjadi imam dan bertugas di Jakarta dan Surabaya, seringkali saya mendengar bahwa para calon pengantin yang akan menikah masih harus berunding dengan keluarga untuk mencari hari yang baik. Mereka tidak mau melakukan kesalahan dalam menentukan hari nanti mendapat bala. Demikian pula kalau sakit dan dirawat di rumahsakit, apabila pihak rumahsakit sudah mengatakan boleh pulang, mereka akan menghindari untuk tidak pulang ke rumah pada hari Sabtu. Katanya nanti kembali lagi ke rumahsakit&#8230;superstitious???&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pengalaman diatas bagi kita dewasa ini kiranya akan lebih dewasa menanggapi apa yang Yesus atasi permasalahan yang dihadapi oleh para muridNya. &nbsp;Yesus dengan sangat tegas dan gamblang menjawab kaum Pharisi bahwa: &#8220;Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.&#8221; Kontroversi ini terjadi karena para murid Yesus berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat. Jawaban Yesus diatas berdasarkan apa yang telah dikatakan juga dalam kitab Ulangan 23:25 &#8230;&#8221;Apabila engkau melalui ladang gandum sesamamu yang belum dituai, engkau boleh memetik bulir-bulirnya dengan tanganmu, tetapi sabit tidak boleh kauayunkan kepada gandum sesamamu itu.&#8221; Saya ingat akan restaurant &#8220;All you can eat,&#8221; kita boleh makan sampai kenyang sesuai porsi dan harga yang telah ditentukan, tetapi tidak boleh bungkus untuk dibawa pulang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Untuk kita yang hidup di jaman ini, kita perlu diingatkan lagi bahwa hari Sabat kita jalani dengan penuh kesadaran akan kepentingan kita. Apabila kita menyadari bahwa pada hari Sabat kita punya daftar prioritas yang harus kita lakukan yakni merayakan hari Minggu dengan menyambut Tubuh dan Darah Tuhan, maka kesempatan itu akan menjadi sangat berarti dalam hal memuji, memuliakan dan bersyukur kepada Tuhan untuk segala kebaikan dan berkatNya yang telah kita terima. Dengan demikian hari Sabat akan menjadi sangat berarti bagi kita dan menjadi lebih dewasa secara rohani melihat arti dari hari Sabat itu untuk kita.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Bukan tidak mungkin setiap individu punya pengertian yang berbeda dalam hal mengartikan hari Sabat untuk pendewasaan hidup iman dan rohaninya. Terletak bagaimana ia menempatkan dan membuat hari Minggu itu berarti bagi imannya, seperti dalam hal melakukan Community service, spending time dengan families, turning off our devices, or refraining from unnecessary chores and purchases are just a few ways that can help us remember that the Sabbath was made for us. Semoga kita masing-masing dapat menemukan hal yang berarti yang dapat kita buat untuk lebih merasakan kehadiran dan kebersamaan kita dengan Tuhan dalam setiap langkah perjalanan hidup ini. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibrani 6:10-20 Markus 2:23-28 Saudara-saudariku terkasih, &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Yesus dalam Injil hari ini membela para murid yang memetik gandum pada hari Sabat sembari mengingatkan kaum Farisi akan raja Daud bersama mereka yang mengikutinya masuk ke Rumah Allah dan makan roti sajian yang hanya diperuntukan bagi imam-imam tetapi karena mereka benar-benar kelaparan. Pada dasarnya hari Sabat adalah hari istirahat dimana pada hari ketuju setelah Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya (Kejadian 2:2). Saya lalu ingat akan tradisi di dalam Gereja Katolik,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10119\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10119","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10119"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10120,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10119\/revisions\/10120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}