{"id":10139,"date":"2021-01-27T07:51:31","date_gmt":"2021-01-27T15:51:31","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10139"},"modified":"2021-01-27T07:51:31","modified_gmt":"2021-01-27T15:51:31","slug":"berbahagialah-mereka-yang-percaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10139","title":{"rendered":"BERBAHAGIALAH MEREKA YANG PERCAYA"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rabu, 27 Januari 2021<br><br>Markus 4:1-20<br>Tuhan Yesus hadir untuk memberikan harapan baru kepada manusia.<br>Harapan yang datang dari Sabda-Nya yang hidup. Lewat Sabda tersebut, setiap<br>orang yang percaya pada-Nya menerima kehidupan dan keselamatan. Apa yang<br>diberikan oleh Yesus Kristus bukan seperti yang diberikan dunia, sebab Dia<br>memberikan Damai yang kekal, dan harapan yang tidak akan mati. \u201cDamai sejahtera<br>Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang<br>Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.\u201d(Yoh 14:27).<br>Sementara yang diberikan dunia, sekalipun itu sangat menarik namun bukan<br>sesuatu yang kekal dan hanya sementara. Sabda tersebut telah turun dari sorga dan<br>menjadi rejaki dan satapan bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Sehingga siapa<br>mereka selalu hidup dalam ketenangan dan damai. Dan Sabda yang hidup tersebut<br>adalah Yesus Kristus. \u201cFirman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita,<br>dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya<br>sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.\u201d(Yoh 1:14).<br>Setiap orang yang memiliki telinga dan membuka hati pada-Nya, akan<br>mendengar dan menerima Sabda tersebut dengan kesetiaan dan sukacita, sehingga<br>Dia akan menghidupi dengan kuasa Roh Kudus dan membimbingnya serta<br>membawa pada keselamatan. \u201cKata-Nya: \u201dSiapa mempunyai telinga untuk<br>mendengar, hendaklah ia mendengar.\u201d(Mrk 4:9). Mereka yang percaya kepada-Nya<br>bukanlah orang yang keras hati, namun mereka yang memiliki kelembutan hati,<br>yang akan menerima Sabda tersebut sebagai mutiara yang paling berharga dalam<br>hidupnya, Tahap demi tahap mereka akan diubah dan diperbaharui hidupnya dan<br>akhirnya mereka akan berbuah dengan belimpah dalam karya cinta kasih. \u201cDan<br>akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan<br>menyambut firman itu lalu berbuah, adaa yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam<br>puluh kali lipat, da nada yang seratus kali lipat.\u201d(Mrk 4;20).<br>Sang Sabda tidak akan membiarkan mereka yang percaya hidup dalam<br>kebimbangan dan ketakutan, sebab Dia menerangi dan menuntun setiap jiwa<br>manusia pada jalan kebenaran dan hidup. \u201cTerang yang sesungguhnya, yang<br>menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.\u201d(Yoh 1:9). Mereka akan<br>berjalan dengan pasti dan tidak akan tersesat karena mereka mengikuti Dia yang<br>membawa kebenaran sejati. \u201cKata Yesus kepadanya: \u201cAkulah jalan dan kebenaran<br>dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui<br>Aku.\u201d(Yoh 14:6). Oleh karena itu berbahagialah mereka yang percaya kepada-Nya.<br>\u201cKerena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka<br>yang tidak melihat, namun percaya.\u201d(Yoh 20:29).<br>Paroki St. Montfort Serawai, ditulis oleh Rm. A. Didik Setiyawan, CM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 27 Januari 2021 Markus 4:1-20Tuhan Yesus hadir untuk memberikan harapan baru kepada manusia.Harapan yang datang dari Sabda-Nya yang hidup. Lewat Sabda tersebut, setiaporang yang percaya pada-Nya menerima kehidupan dan keselamatan. Apa yangdiberikan oleh Yesus Kristus bukan seperti yang diberikan dunia, sebab Diamemberikan Damai yang kekal, dan harapan yang tidak akan mati. \u201cDamai sejahteraKutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yangKuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.\u201d(Yoh 14:27).Sementara yang diberikan dunia, sekalipun itu sangat menarik namun bukansesuatu yang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10139\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10139","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10139"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10139\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10140,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10139\/revisions\/10140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}