{"id":10145,"date":"2021-01-30T07:52:15","date_gmt":"2021-01-30T15:52:15","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10145"},"modified":"2021-01-30T07:52:15","modified_gmt":"2021-01-30T15:52:15","slug":"hidup-dalam-iman-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10145","title":{"rendered":"HIDUP DALAM IMAN"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabtu, 30 Januari 2021<br><br>Markus 4:35-41<br>Yesus merindukan bahwa para murid-Nya sungguh percaya kepada-Nya. Dengan<br>berpegang teguh pada iman, mereka tidak akan takut lagi. \u201cMengapa kamu begitu takut?<br>Mengapa kamu tidak percaya? Kepercayaan inilah yang menjadi fondasi hidup mereka<br>sehingga mereka tetap berdiri dan penuh dengan harapan. \u201cIa sama dengan seorang yang<br>mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas<br>batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat<br>digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.\u201d(Luk 6:48). Dengan demikian, setiap<br>orang membutuhkan fondasi hidup yang kuat, sebab karena keterbatasannya sebagai<br>manusia, ia tidak bisa menghindari segala peristiwa yang susah dan menantang.<br>Dengan menyadari keterbatasannya sebagai manusia, seseorang akan terdorong<br>untuk terbuka bagi pertolongan Tuhan yang mampu diandalkan. Namun sebelum<br>seseorang bisa merasakan kekuatan dan pertolongan-Nya, maka diperlukan iman yang<br>kokoh akan Kristus. Dengan iman tersebut seseorang mampu membawa dan<br>menyerahkan semua pergulatan hidupnya kepada Tuhan. Pada saat itulah akan muncul<br>ketenangan, sebab dengan imannya, seseorang merasakan penyertaan-Nya, sehingga ia<br>mendapatkan cahaya harapan, dan bukti bahwa Dia ada dan berjalan bersamanya. \u201cIman<br>adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang<br>tidak kita lihat.\u201d(Ibrani 11:1).<br>Oleh karena itu, seorang beriman menempatkan Kristus sebagai pusat hidupnya<br>dan menjadi sumber kekuatan, semangat, dan motivasi hidupnya yang mengarah pada<br>hidup yang baik, penuh harapan dan kasih. Jika seseorang mengabaikan iman, ia sama<br>juga dengan hidup tanpa harapan dan motivasi. \u201cAkan tetapi barangsiapa mendengar<br>perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan<br>rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan<br>hebatlah kerusakannya.\u201d(Luk 6:49). Manusia sangat rapuh karena ia berasal dari debu<br>tanah, namun ia kuat karena Roh Kudus yang menyertainya. Jadi kekuatan bukan dari<br>dirinya sendiri tetapi dari kekuatan Kristus. \u201cKetika itulah TUHAN Allah membentuk<br>manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya;<br>demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.\u201d(Kej 2:7).<br>Dengan menyadari keadaannya sebagai manusia, maka setiap orang akan memiliki<br>kerendahan hati dan jauh dari sikap sombong. Ia tidak mengandalkan dirinya sendiri,<br>namun percaya dan mengandalkan Allah. Segala yang baik dalam hidupnya adalah berkatberkat yang dititipkan dan dipercayakan oleh Allah untuk disyukuri dan dikembangkan.<br>Oleh karena itu bagi orang yang percaya, hidup dan segala dinamikanya dibingkai dalam<br>rajutan iman, dimana Kristus ada dan menyertainya. Dengan cara hidup yang demikan,<br>maka seseorang akan hidup dalam kedamaian dan keselamatan. \u201cYA TUHAN, Engkau<br>akan menyediakan damai sejahtera bagi kami.\u201d(Yesaya 26:12).<br>Paroki St Montfort Serawai, ditulis oleh Rm. A. Didik Setiyawan CM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu, 30 Januari 2021 Markus 4:35-41Yesus merindukan bahwa para murid-Nya sungguh percaya kepada-Nya. Denganberpegang teguh pada iman, mereka tidak akan takut lagi. \u201cMengapa kamu begitu takut?Mengapa kamu tidak percaya? Kepercayaan inilah yang menjadi fondasi hidup merekasehingga mereka tetap berdiri dan penuh dengan harapan. \u201cIa sama dengan seorang yangmendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atasbatu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapatdigoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.\u201d(Luk 6:48). Dengan demikian, setiaporang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10145\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10145","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10145"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10146,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10145\/revisions\/10146"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}