{"id":10154,"date":"2021-02-02T08:18:08","date_gmt":"2021-02-02T16:18:08","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10154"},"modified":"2021-02-02T08:18:08","modified_gmt":"2021-02-02T16:18:08","slug":"persembahan-bagi-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10154","title":{"rendered":"PERSEMBAHAN BAGI ALLAH"},"content":{"rendered":"\n<p>Selasa, 2 Februari 2021<br><br>Lukas 2:22-40<br>Maria dan Yusup membawa Yesus dan mempersembahkan-Nya ke kenisah di bait<br>Allah bukan sebatas mengikuti aturan agama, namun mereka mengungkapkan imannya<br>bahwa segala yang ada berasal dari Allah dan layak dipersembahkan kembali kepada<br>Allah supaya semua dikuduskan dan menjadi berkat bagi semua orang dan alam semesta.<br>\u201cSemua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.\u201d(Luk 2:23). Apa yang<br>dilakukan oleh keluarga kudus Nasaret menjadi model cara hidup sebagai orang beriman.<br>Bagi keluarga yang beriman, segala sesuatu perlu diletakkan dan dibangun diatas fondasi<br>yang kuat, yaitu iman akan Allah yang adalah sumber kehidupan. Karena manusia<br>diciptakan dan berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Dengan berpegang<br>teguh pada iman seperti itu, maka perjalaan hidup seseorang akan diarahkan oleh RohNya, dan ia akan tahu dan sadar betapa Allah mengasihi dan mengaruniakan segala yang<br>baik dalam hidupnya. \u201cKita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah<br>supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.\u201d(1 Kor 2:12).<br>Hidup bagi orang beriman adalah sebuah kesempatan untuk mengalami anugerah<br>Allah dan senantiasa mengembangkan anugarah-anugerah tersebut untuk damai dan<br>kesejahteraan bersama, dan mempersembahkan hidupnya kembali kepada Allah. \u201cHamba<br>yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan,<br>lima telenta tuan percayakan kepadaku: lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.\u201d(Mat<br>25:20). Ketika seseorang menempatkan Allah sebagai asal dan tujuan hidupnya, maka ia<br>akan memanfaatkan waktu hidupnya sebaik-baiknya, bertanggungjawab dan dengan<br>bijaksana. \u201cAjarilah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh<br>hati yang bijaksana.\u201d(Mzm 90:12). Tidak ada waktu sedikit pun yang tidak akan<br>terlewatakan dengan pendampingan dan penyertaan Tuhan, sehingga orang yang percaya<br>akan selalu membawa hidupnya sebagai persembahan yang berharga dihadapan-Nya.<br>Jika seseorang memaknai hidupnya sebagai persembahan bagi Tuhan, maka ia<br>akan memberikan yang hidup yang terbaik bagi-Nya, yaitu dengan melakukan apa yang<br>berkenan dan menyenangkan hati Allah. Dengan sendirinya ia tidak akan berbuat jahat<br>atau dosa, sebab kejahatan akan menjauhkan relasinya dengan Allah dan dosa akan<br>merusak serta menodai kesucian hidup seseorang, dan akan mengurangi nilai dirinya<br>sebagai persembahan untuk Allah. \u201cKarena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah<br>aku menasehatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai<br>persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah<br>ibadatmu yang sejati.\u201d (Roma 12:1).<br>Dengan selalu ada bersama dengan Tuhan, maka seseorang mengalami bahwa Dia<br>adalah Alfa dan Omega, awal dan akhir. Dia adalah Yesus Kristus yang menjadi jiwa<br>seseorang dan menjiwai seluruh hidupnya dalam pikiran, hati, kata dan tindakannya.<br>\u201cAku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang<br>akan datang, yang Mahakuasa.\u201d(Why 1:8).<br>Paroki St Montfort Serawai, ditulis oleh Rm. A. Didik Setiyawan, CM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 2 Februari 2021 Lukas 2:22-40Maria dan Yusup membawa Yesus dan mempersembahkan-Nya ke kenisah di baitAllah bukan sebatas mengikuti aturan agama, namun mereka mengungkapkan imannyabahwa segala yang ada berasal dari Allah dan layak dipersembahkan kembali kepadaAllah supaya semua dikuduskan dan menjadi berkat bagi semua orang dan alam semesta.\u201cSemua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.\u201d(Luk 2:23). Apa yangdilakukan oleh keluarga kudus Nasaret menjadi model cara hidup sebagai orang beriman.Bagi keluarga yang beriman, segala sesuatu perlu diletakkan dan dibangun diatas fondasiyang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10154\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10154","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10154"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10154\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10155,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10154\/revisions\/10155"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}