{"id":10159,"date":"2021-02-05T08:57:02","date_gmt":"2021-02-05T16:57:02","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10159"},"modified":"2021-02-05T08:57:02","modified_gmt":"2021-02-05T16:57:02","slug":"untuk-apa-manjadi-murid-nya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10159","title":{"rendered":"UNTUK APA MANJADI MURID-NYA"},"content":{"rendered":"\n<p>Jumat, 5 Februari 2021<br><br>Markus 6:14-29<br>Menjadi murid Kristus adalah anugerah Allah dan pilihan hidup seseorang. Sebagai anugerah karena<br>Kristus yang mengendaki. \u201cBukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.\u201d(Yoh 15:16).<br>Sebagai pilihan hidup karena setiap orang bebas dalam menjawab dan ketika menjawab \u201cYA\u201d maka ia telah<br>memilih. Pilihan yang telah diambil dengan bebas perlu dipertanggungjawabkan dan dijaga serta dikembangkan<br>terus. Bagaimana agar pilihan tersebut bisa ditumbuh kembangkan sebagai anugerah berharga? Panggilan<br>menjadi murid Kristus layak disyukuri dan dihayati. Seseorang akan selalu bersyukur dan setia pada panggilannya<br>jika ia telah menemukan hidupnya disana. Semua akan dipertaruhkan untuk bisa mendapat dan<br>menpertahankan panggilannya tersebut. \u201cSetelah ditemukannya Mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi<br>menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.\u201d Semua itu bisa terjadi karena ia telah menemukan mutiara<br>berharga yaitu Kerajaan Allah di dalam panggilannya. Kristus yang hidup di dalam dirinya sehingga ia selalu<br>menerima aliran kasih dan kekuatan dari-Nya.<br>Itulah yang menjadi jawaban : Mengapa Yohanes tetap setia pada panggilannya untuk menyiapkan jalan<br>pagi Tuhan, rela dipenjara , dan akhirnya oleh Raja Herodes Yohanes dibunuh. Yohanes setia sampai akhir karena<br>ia sadar dengan panggilannya dan mengalami kehadiran Roh Kudus yang selalu ada bersamanya, yang memberi<br>kekuatan dan kegembiraan. Semuanya bisa dimengerti dan dijalani jika seseorang telah menerima Yesus Kristus<br>sebagai penopang hidupnya. Sebagai murid Kristus, seseorang tidak akan terpisah dengan Gurunya dan dalam<br>segala situasi ia akan setia dan tidak akan meninggalkan iman dan panggilannya. Pertanyaanya, apakah masingmasing orang siap untuk setia ataukah menerima kehadiran-Nya hanya saat situasi normal. Orang yang setia<br>berarti dalam segala situasi ia tetap berpegang pada imannya. \u201c\u2026.Akan tetapi, ika Anak Manusia itu datang,<br>adakah Ia mendapati iman di bumi?\u201d(Luk 18:8).<br>Perjuangan masing-masing orang yang telah dipanggil dan dipilih Kristus sebagai murid-Nya adalah<br>setiap hari selalu setia menyangkal diri dan memanggul salib bersama dengan Kristus. Dengan cara ini, maka<br>seseorang akan terus bisa mengalirkan belas kasih Allah kepada sesama. Mereka memikirkan bagaimana supaya<br>hidupnya bisa menjadi sarana dan alat-Nya, sehingga berarti bagi sesamanya dan menghadirkan belas kasih<br>Allah sendiri bagi dunia. \u201cKata-Nya kepada mereka semua: \u201cSetiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus<br>menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.\u201d(Luk 9:23). Jika seseorang setia dalam<br>panggilan sebagai murid Kristus, kendati harus diperjuangkan, jatuh dan bangun, maka hidupnya akan menjadi<br>berkat bagi sesama dan alam semesta. \u201cDan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki<br>dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu<br>untuk memperolah berkat.\u201d(1 Petrus 3:9).<br>Dunia membutuhkan pribadi-pribadi yang siap untuk berkorban demi kedamaian semua umat manusia<br>dan keharmonisan alam ciptaan, seperti Yesus Kristus telah berkoban sampai wafat di atas kayu salib, demikian<br>juga para murid-murid-Nya. Itulah Kerajaan Allah, yang dibangun oleh Yesus Kristus, sebagai batu<br>penjurunya.\u201dDemikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dengan orangorang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan<br>Kristus Yesus sebagai batu penjuru.\u201d(Efesus 2:19-20). Di tengah-tengah dunia yang sedang menghadapi pandemi<br>ini, setiap murid Kristus dipanggil untuk lebih memancarkan cahaya Kristus ; melalui pelayanannya yang tulus<br>bagi sesama.<br>Paroki St Montfort Serawai, ditulis oleh Rm. A. Didik Setiyawan, CM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 5 Februari 2021 Markus 6:14-29Menjadi murid Kristus adalah anugerah Allah dan pilihan hidup seseorang. Sebagai anugerah karenaKristus yang mengendaki. \u201cBukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.\u201d(Yoh 15:16).Sebagai pilihan hidup karena setiap orang bebas dalam menjawab dan ketika menjawab \u201cYA\u201d maka ia telahmemilih. Pilihan yang telah diambil dengan bebas perlu dipertanggungjawabkan dan dijaga serta dikembangkanterus. Bagaimana agar pilihan tersebut bisa ditumbuh kembangkan sebagai anugerah berharga? Panggilanmenjadi murid Kristus layak disyukuri dan dihayati. Seseorang akan selalu bersyukur dan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10159\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10159","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10159"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10160,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10159\/revisions\/10160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}