{"id":10161,"date":"2021-02-06T08:05:48","date_gmt":"2021-02-06T16:05:48","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10161"},"modified":"2021-02-06T08:05:48","modified_gmt":"2021-02-06T16:05:48","slug":"belas-kasihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10161","title":{"rendered":"BELAS KASIHAN"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sabtu, 6 Februari 2021<br><br>Markus 6:30-34<br>Yesus bersama para murid-Nya, berkeliling mewartakan Kerajaan Allah. Banyak orang<br>berbondong-bondong menemui Yesus, untuk mendengarkan Sabda dan menerima kesembuhan serta<br>pembebasan. Yesus tidak kenal lelah untuk melayani umat-Nya. Apa yang memberi motivasi dan<br>mendorong-Nya untuk terus melayani? Yesus melakukan semua karena belas kasih-Nya yang besar kepada<br>umat manusia. \u201cKetika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai<br>gembala.\u201d(Mrk 6:34). Mereka yang datang kepada Yesus adalah orang yang sadar akan siapa dirinya dan<br>meletakkan tupuan harapannya kepada kekuatan Kristus.<br>Ketika seseorang mengandalkan dan bersandar pada Kristus, maka kekuatan Allah bekerja di dalam<br>dirinya, sehingga ia tidak merasa sendirian dalam menghadapi tantangan-tantangan hidup dan terus akan<br>menjadi saksi Kristus yang hidup. \u201cKami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh kudus, yang<br>dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.\u201d(Kis 5:32). Seperti Kristus yang dengan setia<br>melakukan segala sesuatu karena belas kasihan, maka setiap murid Kristus juga demikian. Karena belas<br>kasihan bersumber dari Allah sendiri, maka ketika seseorang menyatakan belas kasihan dalam setiap<br>tindakannya, Allah hadir. \u201cAllah adalah kasih dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada<br>di dalam Allah dan Allah di dalam dia.\u201d(1 Yoh 4:16).<br>Belas kasihan adalah motivasi yang murni dan tulus bagi para murid Kristus dalam melaksanakan<br>tugas dan pelayanannya. Dengan demikian setiap hal jika dilandasi dengan belas kasihan akan membawa<br>seseorang pada kesucian sebab belas kasih berasal dari Allah. Dengan demikian belas kasihan menjadi<br>jalan menuju keselamatan bagi semua manusia dan berkat bagi alam semesta. Seperti apa yang dilakukan<br>oleh Yesus, energi belas kasihan akan melindungi mereka yang lemah dan papa dan menghadirkan<br>rekonsiliasi serta perdamaian, sehingga semua orang menjadi kembali hidup dalam persaudaran sebagai<br>anak-anak Allah. Tidak ada lagi permusuhan dan pertikaian serta perang jika belas kasihan hadir dalam diri<br>setiap orang. \u201cKarena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah<br>merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseturuan.\u201d(Efesus 2:14).<br>Dunia menjadi rentan dengan perpecahan jika manusia yang tinggal di dalamnya sudah juah<br>hidupnya dari belas kasihan yang bersumber dari Allah. Yesus hadir dari Allah untuk menyatakan kembali<br>bahwa melalui belas kasih dosa; permusuhan, kebencian dan kesombongan telah dikalahkan, yaitu lewat<br>pewartaan Sabda, pelayanan kasih dan akhirnya puncaknya ketika Yesus di atas kayu salib mengampuni<br>mereka yang menyalibkan-Nya. Dari Salib lahirlah perdamaian antara manusia dan Allah sehingga manusia<br>menerima harapan baru dan keselamatan. \u201cSebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan<br>Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan<br>diselamatkan oleh hidup-Nya.\u201d(Roma 5:10).<br>Kini setiap orang perlu selalu memperbahui diri terus menerus dengan menggali kekayaan rohani,<br>harta yang berharga yaitu Kristus yang telah berbelas kasih kepada manusia dengan menumpahkan darahNya di atas kayu salib. Mengapa Dia sampai harus melakukan semua itu? Untuk siapakah Yesus berkorban<br>habis-habisan? Dengan menyadari belas kasih Allah yang besar, maka seseorang akan menemukan dirinya<br>kembali sebagai pribadi yang berharga yang dikasihi oleh Allah dan ia akan bersikap hal yang sama<br>terhadap sesamanya.<br>Paroki St Montfort Serawai, ditulis oleh Rm. A. Didik Setiyawan, CM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu, 6 Februari 2021 Markus 6:30-34Yesus bersama para murid-Nya, berkeliling mewartakan Kerajaan Allah. Banyak orangberbondong-bondong menemui Yesus, untuk mendengarkan Sabda dan menerima kesembuhan sertapembebasan. Yesus tidak kenal lelah untuk melayani umat-Nya. Apa yang memberi motivasi danmendorong-Nya untuk terus melayani? Yesus melakukan semua karena belas kasih-Nya yang besar kepadaumat manusia. \u201cKetika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyaigembala.\u201d(Mrk 6:34). Mereka yang datang kepada Yesus adalah&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10161\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10161","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10161"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10161\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10162,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10161\/revisions\/10162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}