{"id":10299,"date":"2021-03-25T19:13:19","date_gmt":"2021-03-26T02:13:19","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10299"},"modified":"2021-03-25T19:13:19","modified_gmt":"2021-03-26T02:13:19","slug":"ditolak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10299","title":{"rendered":"DITOLAK"},"content":{"rendered":"\n<p>Jumat, Prapaskah V, Yohanes 10: 31-42,        26 Maret 2021<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam bab 10 ini, Orang Yahudi terutama imam kepala dan ahli Taurat makin tidak senang dengan Yesus karena menganggap Yesus sesat. Ia menyamakan dirinya dengan Allah dan menghujat ALlah. Itu tuduhan mereka. Lalu orang-orang ini akan melempari Yesus dengan batu. Apa yang Yesus ajarkan dan jelaskan tidak bisa mereka terima. Bahkan tindakan Yesus yang menyembuhkan orang banyak juga dianggap bukan sebagai tanda dari Allah. Pertentangan Yesus dengan orang Yahudi memang berpusat pada soal asal-usul Yesus dan perdebatan Yesus sebagai seorang mesias. Sebagian orang Yahudi dari kelompok orang biasa, menerima Dia. Namun para pemimpin agama, tua-tua dan orang Farisi menolak Yesus terang-terangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Anda pernah ditolak orang lain? Pasti pernah mengalami peristiwa tidak enak ini. Kita juga kadang menolak orang lain. Alasan penolakan pada seseorang bisa macam-macam. Bisa karena kita tidak  cocok dengan pribadi orang tersebut. Kita merasa sudah dilukai dan marah. Kita merasa orang lain mengkianati kita, atau membohongi dan memanfaatkan kebaikan kita. <\/p>\n\n\n\n<p>Penolakan itu bisa memunculkan rasa sakit hati, tidak diterima, tidak dihargai dan disingkirkan dari lingkaran pergaulan. Sampai-sampai karena benci dengan orangnya, kita juga menolak walau orang itu melakukan hal yang baik. Bahkan kita tahu hal tersebut baik. Tapi kita tetap menolaknya. <\/p>\n\n\n\n<p>Itu pula yang dikatakan Yesus pada orang-orang yang menolakknya. &#8220;Jika kamu tidak percaya padaku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu supaya kamu tahu bahwa Bapa di dalam aku dan  aku didalam Bapa!&#8221; Namun orang-orang itu tetap tidak mau percaya pada pekerjaan Yesus yang menyembuhkan, membuat mukjijat, memberi makan 5000 orang dan membangkitkan Lazarus. <\/p>\n\n\n\n<p>Kita bisa bertanya pada diri sendiri, apakah saat kita menolak orang lain, kita menolak seluruh dirinya? ataukah kita menolak salah satu aspek hidupnya saja yang kita tidak suka? Yesus menasehati kita, kalau tidak menolak orangnya, sebaiknya kita masih bisa menerima perbuatan-perbuatannya yang baik. Siapa tahu itu menjadi  jalan Tuhan untuk membuka hati kita agar menerimanya. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, Prapaskah V, Yohanes 10: 31-42, 26 Maret 2021 Dalam bab 10 ini, Orang Yahudi terutama imam kepala dan ahli Taurat makin tidak senang dengan Yesus karena menganggap Yesus sesat. Ia menyamakan dirinya dengan Allah dan menghujat ALlah. Itu tuduhan mereka. Lalu orang-orang ini akan melempari Yesus dengan batu. Apa yang Yesus ajarkan dan jelaskan tidak bisa mereka terima. Bahkan tindakan Yesus yang menyembuhkan orang banyak juga dianggap bukan sebagai tanda dari Allah. Pertentangan Yesus dengan orang Yahudi memang berpusat&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10299\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10299","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10299","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10299"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10299\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10300,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10299\/revisions\/10300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10299"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10299"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10299"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}