{"id":10446,"date":"2021-05-19T16:55:57","date_gmt":"2021-05-19T23:55:57","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10446"},"modified":"2021-05-19T16:55:57","modified_gmt":"2021-05-19T23:55:57","slug":"karakter-misioner-paulus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10446","title":{"rendered":"Karakter Misioner Paulus"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>Kis 22:30; 23:6-11 Yoh 17:20-26<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam Kekristenan, iman akan kebangkitan adalah sumber perpecahan bagi orang-orang yang tidak percaya yang mendirikan aliansi dan kekuasaan mereka di atas kekuatan dan keinginan manusia belaka, dan bukan pada iman yang benar, yakni kasih dan kuasa Allah. Hal ini kita lihat di dalam sidang pembelaan Paulus di Roma dalam bacaan pertama. Di hadapan para Sanhedrin, ia berargumen: &#8220;Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati.&#8221; Karena alasan kebangkitan orang mati, para Farisi dan Saduki yang menduduki formasi peradilan agama Yahudi terpecah belah. Di satu sisi, kaum Saduki tidak percaya akan kebangkitan orang mati, dan di sisi lain, kaum Farisi, yang adalah bekas faksi Paulus sendiri, yakin akan kebangkitan dan bahkan percaya akan adanya malaikat dan roh-roh. Inilah salah satu kekuatan transformasi dari iman akan kebangkitan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan ini kita dapat belajar beberapa hal dari Paulus: <em>pertama<\/em>, kebangkitan Kristus adalah fondasi keyakinan Kristen. Semua nubuat nabi-nabi hingga Inkarnasi Yesus dari Nazaret, pengajaran, mukjizat, sengsara dan kematian-Nya di salib, semuanya akan sia-sia tanpa misteri kebangkitan Kristus.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Kedua<\/em>, argumen kebangkitan merevolusi sistem peradilan kafir dan religious Yahudi-Romawi. Selain para farisi dan Saduki yang mengontrol tata peradilan Yahudi, penguasa kafir Romawi yang diwakili oleh komandan dan para serdadu pengawal Paulus, merasa terancam dengan krisis peradilan yang secara tidak adil dikenakan kepada para mereka yang memiliki iman akan kebangkitan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Ketiga<\/em>, kesaksian akan kebenaran iman adalah tugas mulia seorang murid. Bagi Paulus, iman akan Kristus adalah kebenaran utama sebab hanya kebenaran yang membawa orang kepada kemerdekaan sejati. Karena itu, mengajarkan dan menghayatinya dalam kasih dan kesetiaan adalah tugas utama dan pertama seorang misionaris.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Keempat<\/em>, karakter iman seorang murid. Tradisi kemartiran yakin bahwa kepalanya dipenggal atas perintah Nero sekitar tahun 67. Ia memiliki pengaruh yang kuat dalam Kekristenan, membangun kristologinya sendiri dan konsepnya tentang rasa bersalah dan rahmat memiliki pengaruh luas hingga saat ini. Kepada umat di Korintus, ia menulis tentang siapa dirinya dan dengan jujur mengakui kalau pertobatan dan semua yang dikerjakan adalah karya rahmat Allah semata: &#8220;Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Kelima<\/em>, menjadi misionaris lintas ras dan budaya. Paulus dikenal sebagai misionaris di dalamnya Injil berjalan, bertumbuh dan berbuah, berakar dan bertahan lama. Kita dipanggil menjadi misionaris berkarakter dengan berakar dalam budaya dan tradisi di mana kita berasal. Namun hanya melalui perjumpaan dengan Kristus dan pertobatan yang benar kita bisa menjadi manusia baru yang hidup oleh kasih karunia Allah. Paulus dikenal sebagai misionaris utama dari ras Yahudi bagi yang bukan ras Yahudi. Seorang misionaris sejati membawa Kristus dan Injil dalam dirinya, melalui tubuh dan darahnya, termasuk rasnya dalam perjumpaan dengan pelbagai budaya dan manusia dari pelbagai ras tanpa harus menjadi rasis terhadap mereka yang tidak satu ras dengannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kis 22:30; 23:6-11 Yoh 17:20-26 Di dalam Kekristenan, iman akan kebangkitan adalah sumber perpecahan bagi orang-orang yang tidak percaya yang mendirikan aliansi dan kekuasaan mereka di atas kekuatan dan keinginan manusia belaka, dan bukan pada iman yang benar, yakni kasih dan kuasa Allah. Hal ini kita lihat di dalam sidang pembelaan Paulus di Roma dalam bacaan pertama. Di hadapan para Sanhedrin, ia berargumen: &#8220;Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10446\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10446","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10446"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10447,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10446\/revisions\/10447"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}