{"id":10472,"date":"2021-05-31T03:08:00","date_gmt":"2021-05-31T10:08:00","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10472"},"modified":"2021-05-25T13:09:38","modified_gmt":"2021-05-25T20:09:38","slug":"santo-yustinus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10472","title":{"rendered":"Santo Yustinus"},"content":{"rendered":"\n<p>Selasa, 1 Juni 2021<br>Hari Raya Santo Yustinus Martir<\/p>\n\n\n\n<p>Tobit 2:9-14<br>Mazmur 112<br>Markus 12:13-17<\/p>\n\n\n\n<p><em>diterjemahkan oleh penulis dari <a href=\"https:\/\/www.franciscanmedia.org\/saint-of-the-day\/saint-justin-martyr\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/www.franciscanmedia.org\/saint-of-the-day\/saint-justin-martyr<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Santo Yustinus tidak pernah berhenti mencari kebenaran iman meskipun ia sudah dibaptis menjadi seorang Kristen setelah bertahun-tahun mempelajari filsafat-filsafat Yunani dan Romawi.<\/p>\n\n\n\n<p>Di masa mudanya, ia sangat tertarik dengan filsafat Plato dari Yunani. Tetapi dia kemudian menemukan bahwa ajaran agama Kristen dapat memberikan jawaban yang lebih baik terhadap hal-hal tentang kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika ia menjadi Kristen, dia tetap menggunakan pengetahuannya yang luas tentang filsafat, dan menjadi filsuf Kristiani pertama. Dia berhasil memadukan ajaran kristen dengan pikiran-pikiran terbaik dari filsafat Yunani. Menurut Yustinus, filsafat adalah seperti <em>pedagog<\/em>, seorang guru yang dapat membawa orang lain kepada Kristus.<\/p>\n\n\n\n<p>Yustinus dikenal sebagai seorang <em>apologet<\/em>, atau orang yang dengan tulisan-tulisannya membela agama Kristen terhadap serangan dan kesalahpahaman dari orang-orang non-Kristen. Dua tulisan apologetiknya, yang satu ditujukan kepada Kaisar Romawi dan yang lain kepada para senator di Roma, masih dapat kita baca hari ini. <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Apologi_Pertama_Yustinus_Martir\" target=\"_blank\">(Apologi Pertama<\/a>, <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Apologi_Kedua_Yustinus_Martir\" target=\"_blank\">Apologi Kedua<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p>Karena kesetiaanya terhadap agama Kristen, Yustinus dihukum mati dengan dipenggal kepalanya di Roma di tahun 165.<\/p>\n\n\n\n<p>Refleksi: Sebagai santo pelindung para filsuf, Yustinus mendorong kita untuk menggunakan daya alami kita, terutama daya untuk belajar dan mengerti, untuk melayani Kristus dan membangun hidup secara Kristiani. Karena kita tidak lepas dari kesalahan, terutama di hal-hal besar seperti kehidupan dan eksistensialitas, kita juga harus berani membetulkan pikiran kita dengan dibantu ajaran-ajaran iman. Dengan demikian, dapatlah kita berkata bersama dengan para santo-santa Gereja: Aku percaya supaya aku dapat mengerti, dan aku mau memahami supaya aku dapat percaya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 1 Juni 2021Hari Raya Santo Yustinus Martir Tobit 2:9-14Mazmur 112Markus 12:13-17 diterjemahkan oleh penulis dari https:\/\/www.franciscanmedia.org\/saint-of-the-day\/saint-justin-martyr Santo Yustinus tidak pernah berhenti mencari kebenaran iman meskipun ia sudah dibaptis menjadi seorang Kristen setelah bertahun-tahun mempelajari filsafat-filsafat Yunani dan Romawi. Di masa mudanya, ia sangat tertarik dengan filsafat Plato dari Yunani. Tetapi dia kemudian menemukan bahwa ajaran agama Kristen dapat memberikan jawaban yang lebih baik terhadap hal-hal tentang kehidupan. Ketika ia menjadi Kristen, dia tetap menggunakan pengetahuannya yang luas tentang filsafat,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10472\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10472","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10472","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10472"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10472\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10474,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10472\/revisions\/10474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10472"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10472"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10472"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}