{"id":10489,"date":"2021-05-27T07:28:22","date_gmt":"2021-05-27T14:28:22","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10489"},"modified":"2021-05-27T07:28:22","modified_gmt":"2021-05-27T14:28:22","slug":"yesus-kristus-pembawa-kesembuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10489","title":{"rendered":"YESUS KRISTUS PEMBAWA KESEMBUHAN"},"content":{"rendered":"\n<p>Kamis, 27 Mei 2021<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Markus 10:46-52<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yesus menyembuhkan Bartimeus seorang pengemis yang buta . Karena imannya Bartimeus berseru ; \u201cYesus, Anak Daud, kasihanilah aku\u201d (Mrk 20:47). Kemudian Yesus berkenan menyembuhkannya. \u201cLalu kata Yesus kepadanya: \u201cPergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!\u201d Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.\u201d(Mrk 10:52). Dari kisah tersebut, telah diungkapkan bahwa melalui iman, maka seseorang menerima keselamtan dari Tuhan. Sebelum Yesus menyembuhkan Bartimeus, Yesus tidak melihat bagaimana masa lalunya, apa dosa-dosanya, dsb. Namun Yesus menlihat pengharapan untuk sembuh dan kesungguhnya dalam percaya kepada belas kasih Allah, dan karena imannya tersebut Bartimeus disembuhkan. Tanya Yesus kepadanya: \u201cApa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?\u201d jawab orang buta itu: \u201cRabuni, supaya aku dapat melihat!\u201d (Mrk 10:51).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yesus Kristus menyatakan bagaimana seharusnya seseorang memiliki cara memandang terhadap manusia, yaitu melihat bahwa setiap orang berharga dihadapan Allah. Sekalipun ia memiliki keterbatasan, dan karena keterbatasan tersebut seseorang bisa sakit, gagal, kecewa, dan sedih, namun dibalik kelemahan tersebut,&nbsp; terdapat peluang yang besar, yaitu pertolongan dan kesembuhan dari Tuhan Yesus bagi mereka yang sadar akan segala kerapuhan dan kelemahannya dan percaya kepada-Nya sebagai sumber hidupnya. Iman kepada Yesus bukan hanya dibatasi membawa kesembuhan fisik, namun dengan iman tersebut seseorang akan menerima kesembuhan rohani yang membebaskan seseorang dari dosa dan menerima hidup yang kekal. \u201c Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melaikan beroleh hidup yang kekal.\u201d(Yoh 3:16).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Perjalanan hidup seseorang&nbsp; adalah perjalanan untuk maju, dan bukan perjalanan untuk undur ke masa lampau. Maju artinya ke arah masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu ia membutuhkan penuntun hidup yang akan mengarahkan pada tujuan akhir, yaitu keselamatan. Tuhan Yesus menawarkan belas kasih-Nya kepada setiap orang, agar mereka sampai tujuan dengan baik dan menerima keselamatan. Untuk itulah maka diperlukan jawaban dari setiap orang untuk bisa percaya dan bersandar pada kekuatan dan belas kasihan-Nya. Ketika berjalan bersama dengan Dia, maka yang menjadi penuntun adalah pikiran dan hati Yesus sendiri.&nbsp; Oleh karena itu perlu keterbukaan agar hati dan pikiran Tuhan Yesus ada di dalam dirinya. \u201cTetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.\u201d(Roma 13:14). Bartimeus seorang yang buta yang telah disembuhkan karena imannya mengajarkan betapa pentingnya kerendahan hati dan penyerahan diri kepada Tuhan Yesus Kristus.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Serawai, Rm. A. Didik Setiayawan, CM<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis, 27 Mei 2021 Markus 10:46-52 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yesus menyembuhkan Bartimeus seorang pengemis yang buta . Karena imannya Bartimeus berseru ; \u201cYesus, Anak Daud, kasihanilah aku\u201d (Mrk 20:47). Kemudian Yesus berkenan menyembuhkannya. \u201cLalu kata Yesus kepadanya: \u201cPergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!\u201d Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.\u201d(Mrk 10:52). Dari kisah tersebut, telah diungkapkan bahwa melalui iman, maka seseorang menerima keselamtan dari Tuhan. Sebelum Yesus menyembuhkan Bartimeus, Yesus tidak melihat bagaimana masa lalunya, apa dosa-dosanya, dsb&#8230;.<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10489\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10489","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10489"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10489\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10490,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10489\/revisions\/10490"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}