{"id":10557,"date":"2021-06-27T18:20:17","date_gmt":"2021-06-28T01:20:17","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10557"},"modified":"2021-06-27T18:20:17","modified_gmt":"2021-06-28T01:20:17","slug":"menjadi-percaya-dan-setia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10557","title":{"rendered":"MENJADI PERCAYA DAN SETIA!"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kej&nbsp;18:16-33; Mat&nbsp;8:18-22<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Senin dalam Pekan XIII, Peringatan Wajib St. Ireneus<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan liturgi hari ini mengundang kita untuk merefleksikan relasi kita dengan Tuhan. Dalam bacaan pertama hari Sabtu lalu, dijelaskan bahwa Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dengan mengunjunginya dalam rupa tiga orang asing. Dalam bacaan pertama hari ini, setelah kepergian orang-orang asing yang misterius itu, Abraham melanjutkan percakapan dengan Tuhan dan menemukan kesetiaan dan belas kasihan Tuhan yang tak berkesudahan. Ketika Abraham merenungkan situasi di Sodom dan memohon atau tepatnya meminta  belas kasih Tuhan atas Sodom dengan berulang kali, bahkan menurut ukuran manusia sampai pada titik ketidaksabaran dimana Abraham berkata, \u201cJanganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?&#8221; Apakah Tuhan hendak menghancurkan orang yang baik dengan yang berdosa? TIDAK! Tuhan itu baik dan penyayang, firman-Nya: &#8220;Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Saudari-saudaraku, perjumpaan&nbsp;&nbsp;kita dengan Tuhan dapat terungkap melalui perjumpaan dan percakapan dengan teman, sahabat, orang asing dan seluruh ciptaan atau semesta alam. Kita dapat belajar dari St. Ireneus, yang pestanya kita rayakan hari ini, bahwa semua ciptaan adalah ekspresi Kemuliaan Tuhan. Dalam kedua bacaan hari ini dan melalui kesaksian hidup St Ireneus, kita mengerti dan memahami bahwa Tuhan menginginkan manusia untuk hidup dan bukan kematian. Tuhan menginginkan relasi yang intim dengan manusia sama seperti yang dijalinnya dengan Abraham. Menjalin relasi dengan Allah itu bukan tanpa biaya atau perjuangan. Abraham, Bapak Segala Bangsa, telah mengalaminya. Demikian pula kisah dalam injil hari ini: hidup seturut dengan kehendak Tuhan itu tidak mudah dan banyak tantangan. Dengan demikian, kita semua memiliki pilihan!<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita renungan bahwa hari ini Allah mengundang kita untuk mengikuti-Nya dengan menjalin relasi yang intim dengan-Nya. Semoga mata kita terbuka dan marilah kita waspada terhadap saat-saat di mana Roh Allah masuk ke dalam hidup kita sebagai undangan untuk berbicara dengan Tuhan.&nbsp;&nbsp;Mari berbicara dengan Tuhan, mari berdoa dan mendengarkan! Itulah yang dialami Abraham dan Sara. Allah meminta kita untuk setia dan mengetahui bahwa Dia selalu setia kepada kita. Hal ini persis yang dialami oleh Abraham dan Sara, yang kisahnya kita dengarkan dalam bacaan pertama dipekan kemarin dan juga pekan ini. Untuk itu mari kita mohon rahmat kesetian agar kita bisa setia dan percaya akan kuasa-Nya serta mampu menjawab panggilan-Nya, \u201dIkutlah Aku\u2026\u2026\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kej&nbsp;18:16-33; Mat&nbsp;8:18-22 Senin dalam Pekan XIII, Peringatan Wajib St. Ireneus Bacaan liturgi hari ini mengundang kita untuk merefleksikan relasi kita dengan Tuhan. Dalam bacaan pertama hari Sabtu lalu, dijelaskan bahwa Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dengan mengunjunginya dalam rupa tiga orang asing. Dalam bacaan pertama hari ini, setelah kepergian orang-orang asing yang misterius itu, Abraham melanjutkan percakapan dengan Tuhan dan menemukan kesetiaan dan belas kasihan Tuhan yang tak berkesudahan. Ketika Abraham merenungkan situasi di Sodom dan memohon atau tepatnya meminta&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10557\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10557","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10557"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10557\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10560,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10557\/revisions\/10560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}