{"id":10589,"date":"2021-07-05T01:28:00","date_gmt":"2021-07-05T08:28:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10589"},"modified":"2021-07-04T09:30:05","modified_gmt":"2021-07-04T16:30:05","slug":"identitas-sebagai-anak-allah-dalam-dan-melalui-sakramen-pembaptisan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10589","title":{"rendered":"Identitas sebagai anak Allah dalam dan melalui Sakramen Pembaptisan"},"content":{"rendered":"\n<p>Kejadian 32:23-33<\/p>\n\n\n\n<p>Matius 9:32-38<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari terkasih,<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Bulan lalu tidak terasa saya boleh merayakan ulangtahun tahbisan saya yang ke 39; waktu terasa berlalu begitu cepat. Dalam perayaan ekaristi bersama umat di paroki Our Lady of the Sacred Heart, San Diego, P. Ben Le SVD the associate priest yang ikut concelebrate mengajak umat pada akhir perayaan itu memberi berkat kepada saya. Saya merasa sangat terkesan dengan pemberkatan itu serta menghargai enthusiasm umat dan respect mereka kepada sakramen imamat. Seharian itu setelah saya kembali ke kamar saya ingat lagi apa yang telah terjadi 39 tahun yang lalu, teristimewa seminggu sebelum saya ditahbiskan oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Donatus Djagom SVD. Pada waktu itu meskipun tinggal seminggu lagi akan ditahbiskan, saya sepertinya masih bergumul dengan kegelisahan, kecemasan dan keragu-raguan mau maju terus atau tidak? Saya diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri di Biara St. Yoseph Ende. Pada kesempatan itu saya bertemu dengan rektor rumah, P. Hendrik Djawa SVD. Beliau mendampingi saya dalam persiapan singkat itu. Satu nasihatnya yang saya tidak pernah akan lupa; beliau mengatakan: &#8220;Mundus, seseorang dikatakan pahlawan, bukan karena dia bisa menang perang dengan mematikan banyak orang, tetapi seseorang dikatakan pahlawan dalam hidup dan panggilannya karena ia berani menantang masa depan.&#8221; Satu statement yang setelah saya renungkan membuat saya berani mengambil keputusan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Bacaan pertama hari ini berbicara tentang satu peristiwa penting yang dialami oleh Yakob. Yakob semalaman bergumul dengan seseorang yang sangat mysterious. Pada akhirnya Yakob tahu bahwa ia bergumul dengan Allah. Peristiwa pergumulan disuatu tempat yang kemudian oleh Yakob dinamai Pniel, yang oleh Yakob sendiri mengatakan: &#8220;Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-i terkasih,<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Sudah sangat pasti anda juga mempunyai pengalaman atau cerita bagaimana mengenal Tuhan dan pada akhirnya memutuskan untuk menjadi anak Allah. Untuk anda yang dibaptis setelah dewasa dan bersedia untuk dibaptis, bukan tidak mungkin pernah mengalami suatu pergulatan dengan keputusan yang mau diambil. Suatu pertanyaan yang besar, apakah saya akan tetap setia dengan janji permandian saya? Apakah saya akan sanggup menjalani panggilan saya sebagai anak Allah dan mampu menjalankan tugas yang akan Tuhan percayakan kepada saya dalam dan melalui sakramen pembaptisan?<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Apakah artinya menjadi pengikut Yesus dan sanggupkah saya untuk meneladani Yesus? &nbsp;Karena dalam dan melalui sakramen Pembaptisan kita diurapi untuk menjadi imam, nabi dan raja. Oleh karena itu dalam bacaan Injil hari ini dikatakan bahwa Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan setan, orang bisu dapat berkata-kata, dan berjalan keliling sambil berbuat baik, mengajar dan memberitakan kabar baik serta menyembuhkan banyak orang sakit. Anda dan saya juga dipanggil Tuhan untuk bisa menjadi imam untuk menguduskan orang lain dengan pekerjaan apa saja yang Tuhan berikan kepada kita masing-masing; sebagai nabi untuk mewartakan kabar baik kepada orang lain dan menjadi raja untuk bisa menjaga kewibawaan dan nama baik Allah. Itulah tugas dan tanggungjawab kita sebagai anak Allah dimana dengan identitas ini kita diberi kepercayaan untuk mewartakan kebaikan dan belaskasih Allah.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Oleh karens itu seperti Yakob dan para bapa bangsa dari Israel, kitapun bisa saja terantuk dan mengalamai hambatan, pergumulan\/pergulatan &nbsp;sepanjang perjalanan hidup ini, namun kita akan bisa bertahan kalau kita mau tetap fokus dan setia kepada Tuhan yang memanggil kita. Marilah kita mempertaruhkan hidup panggilan kita masing-masing kepada Kristus lewat sakramen-sakramen yang telah kita terima yang menjadi kekuatan kita dalam perjalan hidup bersama dan dengan Yesus. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kejadian 32:23-33 Matius 9:32-38 Saudara-saudari terkasih, &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Bulan lalu tidak terasa saya boleh merayakan ulangtahun tahbisan saya yang ke 39; waktu terasa berlalu begitu cepat. Dalam perayaan ekaristi bersama umat di paroki Our Lady of the Sacred Heart, San Diego, P. Ben Le SVD the associate priest yang ikut concelebrate mengajak umat pada akhir perayaan itu memberi berkat kepada saya. Saya merasa sangat terkesan dengan pemberkatan itu serta menghargai enthusiasm umat dan respect mereka kepada sakramen imamat. Seharian itu setelah saya&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10589\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10589","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10589"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10590,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10589\/revisions\/10590"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}