{"id":10597,"date":"2021-07-09T01:57:00","date_gmt":"2021-07-09T08:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10597"},"modified":"2021-07-07T18:58:27","modified_gmt":"2021-07-08T01:58:27","slug":"kasih-allah-yang-tak-terhingga-dan-kekal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10597","title":{"rendered":"Kasih Allah yang tak terhingga dan kekal"},"content":{"rendered":"\n<p>Kejadian 49:29-32;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;50:15-26a<\/p>\n\n\n\n<p>Matius 10:24-33<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-i terkasih,<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Saya baru saja menyelesaikan tugas di rumah sakit hari ini. Tugas utama saya setiap pagi membaca &nbsp;rujukan dari dokter, perawat dan dari sesama kapelan untuk pasien yang dirawat di ICU dan MICU. Setelah itu baru mengunjungi pasien yang sudah berada di ruangan-ruangan biasa. Salah satu pasien yang saya kunjungi hari ini sempat mengungkapkan rasa cemas, gelisah, takut bahkan sampai marah-marah. Perasaan-perasaan seperti ini bagi saya adalah sangat manusiawi. Namun yang menarik bahwa sudah sekian lama dia dihantui oleh perasaan-perasaan ini yang pada akhirnya ia katakan bahwa Tuhan sepertinya sudah melupakan dia, yang membuat dia akhirnya sangat marah kepada Tuhan. Wajar? Lumrah? Dengan sikapnya itu kepada Tuhan, dalam percakakpan tadi dia akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dia masih dapat menunjukan kepercayaannya akan kehadiran Tuhan. Tuhan masih hadir dalam perjalanan hidupnya yang penuh onak dan duri dimana dia masih mendapat untuk ngoceh kepada Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Bacaan kita pada akhir minggu ini, khususnya dalam bacaan Injil dikatakan, semoga kita bisa mengesampingkan perasaan-perasaan cemas dan gelisah itu. Sementara orang yang lagi kalut pikirannya memang agak sulit untuk bisa &nbsp;menerima anjutan atau nasihat kita &nbsp;untuk menjauhkan perasaan-perasaan seperti itu. Yang bersangkutan akan sertamerta meresponse: &#8220;ya, anda boleh ngomong gampang seperti jangan marah, jangan cemas, jangan takut dan gelisah, tetapi saya yang merasakan dan menjalaninya.&#8221; Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk melihat betapa Tuhan memperhatikan setiap ciptaanNya&#8230; &#8220;Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.&#8221; Dari bacaan pertama hari inipun dikatakan bahwa Yusuf mengingatkan saudara-saudaranya dengan mengatakan: &#8220;jangan takut akan apa yang sudah terjadi pada masa lampau karena Allah akan memperhatikan kamu dan membawa kamu keluar dari negeri ini, ke negeri yang telah dijanjikanNya dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub.&#8221;(Kej. 50:24)<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Oleh karena itu saudara-i terkasih, Yesuspun meyakinkan para murid, anda dan saya bahwa ketakutan dan kecemasan akan selalu mewarnai kehidupan kita sebagai manusia dalam segala kelemahan dan kekurangan kita. Namun perasaan-perasaan seperti itu akan sangat besar artinya untuk pendewasaan iman kita. Saya masih ingat akan cerita wayang Gatot Kaca yang menjadi kesatria setelah digembleng di kawah Candradimuka. Kitapun perul ditantang, digembleng untuk bisa melihat aspek positip perasaan-perasaan diatas agar iman kita kepada Tuhan akan menjadi lebih kuat dan dewasa. Sangat mungkin kita merasa bahwa Tuhan pernah meninggalkan kita, tidak mau mendengarkan lagi doa-doa kita. Atau Allah sudah tidak mencintai kita, seperti yang dialami oleh pasienku hari ini. Semoga renungan kita pagi ini akan dapat membantu kita untuk selalu ingat akan kebesaran kasih setia Allah. KasihsetiaNya tak berkesudahan; kasihNya itu dinyatakan dalam Korban Salib Kristus yang selalu kita rayakan dalam Perayaan Ekaristi yang menjadi Puncak Kehidupan Iman kita. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kejadian 49:29-32; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;50:15-26a Matius 10:24-33 Saudara-i terkasih, &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Saya baru saja menyelesaikan tugas di rumah sakit hari ini. Tugas utama saya setiap pagi membaca &nbsp;rujukan dari dokter, perawat dan dari sesama kapelan untuk pasien yang dirawat di ICU dan MICU. Setelah itu baru mengunjungi pasien yang sudah berada di ruangan-ruangan biasa. Salah satu pasien yang saya kunjungi hari ini sempat mengungkapkan rasa cemas, gelisah, takut bahkan sampai marah-marah. Perasaan-perasaan seperti ini bagi saya adalah&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10597\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10597","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10597"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10597\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10598,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10597\/revisions\/10598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10597"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10597"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}