{"id":10680,"date":"2021-08-09T15:32:00","date_gmt":"2021-08-09T22:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10680"},"modified":"2021-08-09T10:11:24","modified_gmt":"2021-08-09T17:11:24","slug":"santo-pelawak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10680","title":{"rendered":"Santo Pelawak"},"content":{"rendered":"\n<p>Selasa, 20 Agustus 2021<\/p>\n\n\n\n<p>Hari Raya Pesta Santo Laurensius, Diakon<\/p>\n\n\n\n<p>2 Korintus 9:6-10<br>Mazmur 112<br>Yohanes 12:24-26<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/256px-St_Lawrence_MBA_Lyon_EX60b.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-10686\" width=\"256\" height=\"341\" srcset=\"https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/256px-St_Lawrence_MBA_Lyon_EX60b.jpg 256w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/256px-St_Lawrence_MBA_Lyon_EX60b-225x300.jpg 225w, https:\/\/lubukhati.org\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/256px-St_Lawrence_MBA_Lyon_EX60b-203x270.jpg 203w\" sizes=\"auto, (max-width: 256px) 100vw, 256px\" \/><figcaption>Museum of Fine Arts of Lyon, Public domain, via Wikimedia Commons (https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:St_Lawrence_MBA_Lyon_EX60b.jpg)<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Santo Laurensius adalah salah satu diakon dalam Gereja awal (tahun 200-an) di Roma. Diakon ini berbeda dengan prodiakon yang sering kita temui di gereja-gereja di Indonesia. Awalan &#8220;pro&#8221; di sini berarti &#8220;demi&#8221; atau &#8220;menggantikan&#8221;. Prodiakon adalah orang yang menggantikan tugas diakon. Mereka tidak ditahbiskan seperti diakon. Memang di Indonesia hampir tidak ada diakon seperti banyak ditemui di gereja-gereja di Amerika Serikat. Untuk lebih mendalami perbedaan prodiakon dan diakon, dapat anda baca buku karangan Romo E. Martasudjita berjudul <em>Kompendium Tentang Prodiakon<\/em> (Penerbit Kanisius, 2017).<\/p>\n\n\n\n<p>Kata diakon sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti pelayan. Di gereja awal, sebelum peranan iman atau romo terbentuk, terlebih dahulu muncul diakon yang membantu para uskup. Para diakon ini bertugas dalam liturgi dan juga bertanggung jawab untuk membagikan sumbangan dari Gereja kepada orang miskin, para janda, yatim piatu, dan orang-orang lain yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Paus Sixtus II mengangkat Laurensius sebagai diakon Gereja Roma. Pada saat itu Gereja mengalami penganiayaan oleh Kaisar Roma, Valerianus. Paus Sixtus II dibunuh oleh tentara Romawi dan wafat sebagai martir. Gubernur Roma kemudian memerintahkan Laurensius untuk mengumpulkan semua harta Gereja dan menyerahkannya pada pemerintah. Tiga hari kemudian, ia membawa semua orang cacat dan miskin sambil berkata: &#8220;Inilah harta Gereja, harta yang melebihi kekayaan Kaisar!&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Laurensius kemudian dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar. Ada legenda yang menyebutkan bahwa ketika sedang dibakar, dia menyeletuk kepada para serdadu Romawi: &#8220;Bagian bawah saya sudah matang. Tolong balikkan saya supaya matangnya sama.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Karena dua cerita inilah Laurensius dijadikan santo pelindung para pelawak. Tetapi lebih dari sekedar melucu, cerita hidupnya dapat memberi kita inspirasi dalam hidup beriman. Di saat di mana Gereja mengalami penurunan dalam jumlah umat atau secara finansial, kita diingatkan kembali akan kekayaan Gereja yang sesungguhnya: para saudara kita yang kekurangan, orang-orang yang sering dilupakan masyarakat. Orang-orang semacam inilah yang harus lebih diperhatikan Gereja, karena Yesus sendiri telah memberi teladan bagi kita untuk berbuat yang sama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 20 Agustus 2021 Hari Raya Pesta Santo Laurensius, Diakon 2 Korintus 9:6-10Mazmur 112Yohanes 12:24-26 Santo Laurensius adalah salah satu diakon dalam Gereja awal (tahun 200-an) di Roma. Diakon ini berbeda dengan prodiakon yang sering kita temui di gereja-gereja di Indonesia. Awalan &#8220;pro&#8221; di sini berarti &#8220;demi&#8221; atau &#8220;menggantikan&#8221;. Prodiakon adalah orang yang menggantikan tugas diakon. Mereka tidak ditahbiskan seperti diakon. Memang di Indonesia hampir tidak ada diakon seperti banyak ditemui di gereja-gereja di Amerika Serikat. Untuk lebih mendalami perbedaan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10680\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10680","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10680"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10687,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10680\/revisions\/10687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}