{"id":10794,"date":"2021-09-19T19:34:24","date_gmt":"2021-09-20T02:34:24","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10794"},"modified":"2021-09-19T19:34:24","modified_gmt":"2021-09-20T02:34:24","slug":"pansos-panjat-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10794","title":{"rendered":"PANSOS: PANJAT SOSIAL"},"content":{"rendered":"\n<p>Senin, 20 September, <strong>Perin<\/strong>gatan <strong>Wajib Andreas Kim Taegon, Paulus Chong Hasang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Luk 8:16-18<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia jaman media sosial ini ada istilah baru, yakni pansos. Pansos adalah singkatan dari panjat sosial. Istilah ini menggambarkan bagaimana seseorang yang ingin menaikkan namanya agar terlihat menonjol dan dikenal oleh masyarakat luas. Tetapi yang memprihatinkan, pansos ini bisa dilakukan dengan cara-cara yang negatif atau bahkan bisa merugikan orang lain. Orang disodorkan dengan tontonan perseteruan, persaingan yang tidak sehat bahkan fitnah-fitnah serta aib-aib pribadi ditampilkan. Norma-norma menjadi kabur dan bias. Kata kata yang kotor, kasar atau tabu bisa dengan gampang diucapkan tanpa ada rasa malu atau bersalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam injil hari ini, Yesus membahas jenis kerendahan hati semu. Menurut-Nya, kita adalah anak-anak terang, dikaruniai dengan berbagai talenta dan dengan terang visi iman. Talenta yang diberikan kepada kita berada dalam kerangka sebagai murid Kristus. Maka kita tidak dapat pergi begitu saja dan menggali lubang untuk menyembunyikan talenta dan terang kita. Membiarkan perbuatan baik kita untuk dilihat tidak bertentangan dengan kerendahan hati, tetapi memamerkannya untuk mencari pengakuan dan tepuk tangan akan bertentangan dengan kerendahan hati. Alih-alih menyembunyikan terang kita, Tuhan mendesak kita untuk membiarkan perbuatan baik kita muncul, tetapi Dia menambahkan: agar perbuatan baik kita terlihat oleh orang lain dan karenanya mereka memuji Bapa di surga, bukan agar mereka memuji kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu dalam prosesnya, beberapa orang akan memuji kita. Biarlah, selama kita tidak memanipulasi mereka untuk memuji kita. Tidak peduli seberapa pintar atau biasa-biasa saja kita ini, kita semua memiliki \u2018penggemar\u2019 yang mencoba menempatkan kita di atas. Itu masalah mereka, bukan masalah kita. Mencoba pansos di atas orang lain memang akan menjadi masalah bagi kita, bukan masalah mereka, tetapi ditempatkan di atas orang lain oleh orang lain adalah masalah mereka, bukan masalah kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga nama Tuhan semakin dimuliakan, sebagaimana yang terjadi di tanah Korea dengan hidup&nbsp;<strong>Martir Andreas Kim Taegon<\/strong> dan <strong>Paulus Chong Hasang<\/strong> yang kita peringati hari ini. Semoga semangat kemartiran mewarnai segala usaha dan upaya kita untuk semakin memuliakan nama Tuhan. Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 20 September, Peringatan Wajib Andreas Kim Taegon, Paulus Chong Hasang Luk 8:16-18 Dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia jaman media sosial ini ada istilah baru, yakni pansos. Pansos adalah singkatan dari panjat sosial. Istilah ini menggambarkan bagaimana seseorang yang ingin menaikkan namanya agar terlihat menonjol dan dikenal oleh masyarakat luas. Tetapi yang memprihatinkan, pansos ini bisa dilakukan dengan cara-cara yang negatif atau bahkan bisa merugikan orang lain. Orang disodorkan dengan tontonan perseteruan, persaingan yang tidak sehat bahkan fitnah-fitnah serta aib-aib&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10794\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10794","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10794","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10794"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10794\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10799,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10794\/revisions\/10799"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10794"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10794"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10794"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}