{"id":10838,"date":"2021-10-04T20:35:36","date_gmt":"2021-10-05T03:35:36","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10838"},"modified":"2021-10-04T20:35:36","modified_gmt":"2021-10-05T03:35:36","slug":"kembali-pada-sumber-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10838","title":{"rendered":"KEMBALI PADA SUMBER HIDUP"},"content":{"rendered":"\n<p>Selasa, 5 Oktober 2021<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 10:38-42<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ketika Yesus mengunjungi Maria dan Martha, mereka menyambut Yesus dengan bersuka cita. Masing-masing (Maria dan Martha) memiliki cara yang khas dalam menyambut kehadirian Yesus. Martha dengan segala kesibukannya mencoba melayani Tuhan. Sementara itu Maria dengan tenang dan rendah hati serta setia mendengarkan semua yang disabdakan-Nya. \u201cMaria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani \u2026\u201d(Luk 10:30). Yesus menerima pelayanan yang mereka ungkapkan. &nbsp;Ketika mereka mengambil perannya masing-masing, Marta protes kepada Yesus, dan meminta supaya Maria mau mengikuti cara yang telah diambil oleh Marta.\u201d.. Tuhan , tidaklah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan akau melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.\u201d(Luk 10:40).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yesus mengajak Marta untuk tetap bergembira dengan apa yang telah dan bisa dilakukannya dalam pelayanan dengan tulus dan bersyukur. Dengan bersyukur&nbsp; dan tulus, maka seseorang akan terhindar dari sikap \u201csuperior\u201d atau merasa lebih baik dari yang lain. Jika sikap merasa lebih dari yang lain tersebut muncul maka seseorang akan menganggap orang lain kurang dan menuntut mereka untuk mengikuti pemikiran dan cara hidupnya.&nbsp; Yesus tidak ingin bahwa murid-murid-Nya jatuh pada kesombongan rohani, maka dalam setiap pelayanan apapun itu sangat perlu dilandasi sikap rendah hati. Maria telah mengambil sikap yang tepat, karena ia dengan kerendahan hatinya mau mendengarkan apa yang di sampaikan Yesus kepadanya. \u201cTetapi Tuhan menjawabnya: \u201cMarta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.\u201d(Luk 10:41-42).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Yesus menyatakan hal yang harus selalu ada dalam hidup dan dalam pelayanan adalah sikap rendah hati. Kesombongan bukan hanya datang karena merasa lebih atas barang-barang duniawi dimiliki, namun juga muncul dari pandangan dan pemikiran bahwa seseorang sudah banyak berbuat baik dan berjasa. Kemegahan rohani sering kali tersembunyi namun akan muncul saat seseorang mulai jauh dari Tuhan. Oleh karena itu, semuanya perlu dikembalikan kepada akar dan sumber hidup, yaitu relasi dengan Tuhan Yesus Kristus. Dengan cara ini, maka seseorang akan selalu mengenakan Roh Kristus sendiri dalam setiap pelayanan dan perutusannya. \u201cSama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.\u201d(Yoh 15:4).<\/p>\n\n\n\n<p>Prigen, Rm. Didik, CM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa, 5 Oktober 2021 Lukas 10:38-42 &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ketika Yesus mengunjungi Maria dan Martha, mereka menyambut Yesus dengan bersuka cita. Masing-masing (Maria dan Martha) memiliki cara yang khas dalam menyambut kehadirian Yesus. Martha dengan segala kesibukannya mencoba melayani Tuhan. Sementara itu Maria dengan tenang dan rendah hati serta setia mendengarkan semua yang disabdakan-Nya. \u201cMaria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani \u2026\u201d(Luk 10:30). Yesus menerima pelayanan yang mereka ungkapkan. &nbsp;Ketika mereka mengambil perannya masing-masing,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10838\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10838","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10838","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10838"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10838\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10839,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10838\/revisions\/10839"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10838"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10838"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10838"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}