{"id":10840,"date":"2021-10-05T20:15:38","date_gmt":"2021-10-06T03:15:38","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10840"},"modified":"2021-10-05T20:15:38","modified_gmt":"2021-10-06T03:15:38","slug":"makna-doa-bapa-kami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10840","title":{"rendered":"MAKNA DOA BAPA KAMI"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rabu, 6 Oktober 2021<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lukas 11:1-4<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yesus mengajarkan doa yang sederhana dan padat makna, yaitu Doa Bapa Kami.&nbsp; Doa ini merupakan refleksi iman atas kasih Allah Bapa yang tanpa batas dan&nbsp; yang hadir untuk anak-anak-Nya. Apa yang&nbsp; ada di dalam doa tersebut merupakan jalan bagi setiap orang yang percaya untuk sampai kepada Allah Bapa.&nbsp; Bagaimana cara untuk mengalami kebersamaan dengan Allah ? Pertama-tama dimulai dari iman akan Allah yang adalah Bapa yang Maha Baik, karena itu sudah sepantasnya dimuliakan selalu di dalam hidup agar Kerajaan Kasih-Nya hadir di dalam hidup manusia. \u201cBapa dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu.\u201d(Luk 11:2).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah seseorang percaya kepada Allah Bapa, maka jalan untuk menuju kepada-Nya menjadi terbuka lebar. Oleh karena itu setiap jiwa manusia bisa berseru mengungkapkan isi hati dan pergulatan hidupnya serta harapannya untuk selalu mendapat berkat-berkat-Nya setiap hari.&nbsp; \u201cBerilah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya\u2026 \u201c(Luk 11:3). Pergulatan seseorang tidak hanya menyangkut soal mencukupi kebutuhan-kebutuhan jasmani, namun lebih-lebih menyangkut juga soal bangaimana berjuang untuk mengalahkan kuasa kegelapan\/dosa yang terus akan menghalangi siapa pun yang ingin dekat dengan-Nya. Karena kerapuhannya semua orang pernah jatuh dalam kelemahan dan dosa, namun Allah Bapa siap menerima mereka yang mau datang dalam penyesalan dan berniat kembali kepada-Nya. \u201c .Dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami.\u201d(Luk 11:4).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlindungan Allah Bapa yang Maha Rahim tersebut menjamin seseorang berada di dalam kondisi penuh rahmat-Nya, sehingga ia terhindar dari bahaya maut atau dosa yang sewaktu-waktu bisa menjatuhkan manusia suatu pencobaan. \u201c..Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. \u201c(Luk 11:4b).&nbsp; Semua itu bisa terjadi, ketika seseorang setia berada di dekat Allah Bapa. Artinya relasi yang dipelihara dalam ketekunan dan kesetiaan merupakan kunci untuk mengalami kerahiman dan kasih setia Allah Bapa.&nbsp; Oleh karena itu, seseorang akan kesulitan mengalami hidup penuh damai , yaitu hidup di dalam kasih persaudaraan, jika ia mengabaikan ketekunannya dalam menjalin relasi dengan Allah Bapa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian Doa Bapa kami menjadi jalan untuk bisa mengalami kemurahan hati Allah Bapa dan sekaligus memperbaharui hidup seseorang kearah hidup yang dikehendaki oleh Allah, yaitu hidup sebagai anak-anak Allah yang senantiasa haus dan miskin dihadapan-Nya, mengandalkan Allah dalam setiap perkara yang dihadapi, dan berjuang untuk melakukan kehendak-Nya agar mewujudkan Kerajaan Allah; Kerajaan Damai di bumi. &nbsp;\u201cBerbahagialah, orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.\u201d(Mat 5:3).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prigen, Rm. Didik, CM<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 6 Oktober 2021 Lukas 11:1-4 Yesus mengajarkan doa yang sederhana dan padat makna, yaitu Doa Bapa Kami.&nbsp; Doa ini merupakan refleksi iman atas kasih Allah Bapa yang tanpa batas dan&nbsp; yang hadir untuk anak-anak-Nya. Apa yang&nbsp; ada di dalam doa tersebut merupakan jalan bagi setiap orang yang percaya untuk sampai kepada Allah Bapa.&nbsp; Bagaimana cara untuk mengalami kebersamaan dengan Allah ? Pertama-tama dimulai dari iman akan Allah yang adalah Bapa yang Maha Baik, karena itu sudah sepantasnya dimuliakan selalu&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10840\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10840","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10840","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10840"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10840\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10841,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10840\/revisions\/10841"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10840"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10840"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10840"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}