{"id":10850,"date":"2021-10-09T14:56:57","date_gmt":"2021-10-09T21:56:57","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10850"},"modified":"2021-10-09T14:56:57","modified_gmt":"2021-10-09T21:56:57","slug":"yesus-dan-orang-kaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10850","title":{"rendered":"Yesus dan Orang Kaya"},"content":{"rendered":"\n<p>Minggu Biasa ke-28 [B]<br>10 Oktober 2021<br>Markus 10:17-27<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika seorang kaya datang dan memohon untuk kehidupan kekal, Yesus menyebutkan dua prinsip paling mendasar dari agama Yahudi: &#8216;Shema&#8217; dan Sepuluh Perintah Allah. Shema adalah kata Ibrani pertama dalam \u201cDengarlah, hai orang Israel, TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa\u2026&#8221; [Ul 6:4]. Shema telah menjadi doa dasar dan pernyataan kredo bagi orang-orang Yahudi sejak zaman Yesus. Seorang Yahudi yang baik akan mendaraskan &#8216;Shema&#8217; setidaknya tiga kali sehari. Yesus sedikit memodifikasi Shema ketika Dia berkata, \u201c\u2026Hanya Tuhan saja yang baik.\u201d Yesus juga menyebutkan Sepuluh Perintah Allah, setidaknya paruh keduanya. Yesus menekankan kewajiban manusia untuk berbuat baik dan menghindari hal-hal jahat bagi sesama.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus mengajarkan pria itu bahwa menjalankan Shema dan melakukan perintah Tuhan adalah apa yang perlu dia lakukan untuk mendapatkan hidup yang kekal. Namun, ada sebuah kejutan yang menarik dalam cerita ini. Orang kaya itu mengatakan bahwa dia telah melakukan hal-hal itu sejak dia masih muda. Sekarang, alih-alih merasa puas dengan pencapaiannya, dia merasa ada sesuatu yang hilang. Meskipun melakukan apa yang dituntut Hukum Allah dan percaya pada satu Tuhan Allah yang benar, pria itu tidak menemukan apa yang benar-benar ia rindukan. Dia berharap Yesus memberikan jawabannya, sebuah mata rantai yang hilang.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus mengenali ketulusan pria itu dan mengasihinya. Yesus menawarkan kepadanya bagian terakhir yang akan memecahkan teka-teki hidupnya: mengikuti Yesus. Namun, Yesus juga tahu persis satu hambatan besar untuk mengikuti-Nya dan memperoleh hidup yang kekal. Orang ini terikat pada kekayaannya. Jadi, solusinya adalah secara radikal melepaskan diri dari kekayaan, seperti &#8216;unta melalui lubang jarum&#8217;.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah kekayaan itu jahat? Sama sekali tidak! Harta benda adalah baik karena ini juga diciptakan oleh Tuhan dan berkat Tuhan. St Paulus mengingatkan kita bahwa yang jahat bukanlah kekayaan itu sendiri, tetapi cinta akan uang [1 Tim 6:10]. Kekayaan itu baik jika berfungsi sebagai sarana untuk mencapai tujuan, dan bukan tujuan akhir itu sendiri. Jika kita membaca Injil, kita juga akan melihat bagaimana Yesus mengizinkan diri-Nya dan pelayanan-Nya didukung oleh pria dan wanita yang kaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengikuti Yesus berarti menggunakan kekayaan kita untuk melayani Tuhan dan membantu orang lain terutama yang miskin. Mengikuti Yesus berarti kita menyadari bahwa kekayaan adalah berkat Tuhan. Mengikuti Yesus berarti mengakui bahwa mengejar harta benda duniawi tanpa Allah pasti akan kehilangan Allah, sumber segala kekayaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, keputusan untuk mengikuti Yesus dan menjadikan prioritas kita yang lain seperti uang, ketenaran, dan kesuksesan sebagai sarana daripada tujuan adalah pilihan yang radikal. Harta duniawi ini sering memberi kita kesenangan dan perasaan aman instan. Dengan banyak uang, kita dapat melakukan apa yang kita inginkan, dan kita dapat memiliki apa yang kita mau. Namun, kesenangan dan keamanan ini hannyalah fatamorgana. Pada tahun 2008, krisis keuangan melanda banyak negara, dan banyak ekonomi runtuh. Paus Emeritus Benediktus XVI mengingatkan kita, \u201cmereka yang hanya mencari kesuksesan, karier atau uang sedang membangun di atas pasir.\u201d Benar, kekayaan tanpa Tuhan, tidak lain adalah &#8216;pasir&#8217;.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita mencari dahulu Kerajaan Allah, dan sisanya akan diberikan. Kita mengikuti Yesus terlebih dahulu, dan hal-hal lain akan mengikuti.<\/p>\n\n\n\n<p>Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minggu Biasa ke-28 [B]<br \/>\n10 Oktober 2021<br \/>\nMarkus 10:17-27<\/p>\n<p>Ketika seorang kaya datang dan memohon untuk kehidupan kekal, Yesus menyebutkan dua prinsip paling mendasar dari agama Yahudi: &#8216;Shema&#8217; dan Sepuluh Perintah Allah. Shema adalah kata Ibrani pertama dalam \u201cDengarlah, hai orang Israel, TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa&#8230;&#8221; [Ul 6:4]. Shema telah menjadi doa dasar dan pernyataan kredo bagi orang-orang Yahudi sejak zaman Yesus. Seorang Yahudi yang baik akan mendaraskan &#8216;Shema&#8217; setidaknya tiga kali sehari. Yesus sedikit memodifikasi Shema ketika Dia berkata, \u201c\u2026Hanya Tuhan saja yang baik.\u201d Yesus juga menyebutkan Sepuluh Perintah Allah, setidaknya paruh keduanya. Yesus menekankan kewajiban manusia untuk berbuat baik dan menghindari hal-hal jahat bagi sesama.<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[71,67],"class_list":["post-10850","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan","tag-renungan-minggu","tag-valentinus-bayuhadi-ruseno"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10850","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10850"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10850\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10851,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10850\/revisions\/10851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10850"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10850"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10850"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}