{"id":10874,"date":"2021-10-18T18:24:40","date_gmt":"2021-10-19T01:24:40","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10874"},"modified":"2021-10-18T18:24:40","modified_gmt":"2021-10-19T01:24:40","slug":"selalu-siap-sedia-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10874","title":{"rendered":"Selalu siap sedia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Rm 5:12.15b.17-19.20b.21; Luk 12:35-38<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perumpamaan dalam Injil hari ini mengajak kita untuk selalu tekun dan siap sedia di dalam panggilan pelayanan kita sebagai murid Yesus: \u201cBerbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arti yang pertama dari perumpamaan ini berkaitan dengan kedatangan Yesus yang Kedua sebagai Raja segala raja dan sebagai Hakim yang Adil untuk Penghakiman Akhir; dan arti kedua berkaitan dengan realitas kematian sebagai nasib yang harus dihadapi setiap orang ketika Sang Pemilik kehidupan ini memanggil kita untuk memberikan pertanggungjawaban atas semua yang telah kita terima secara cuma-cuma dari-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai hamba dari Tuan yang empunya hidup, apakah kita siap untuk memberi pertanggungjawaban iman dan kesaksian hidup sebagai murid-murid Yesus?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yesus mengingatkan bahwa sikap yang paling tepat dalam hidup kita adalah kesetiaan dalam iman dan kesiap-sediaan untuk menyambut kedatangan Tuhan \u2014 disimbolkan oleh pinggang yang tetap terikat dan lampu yang terus bernyala. Ini adalah sikap seorang hamba yang baik. Karena itu iman kita hendaknya terbuka kepada realitas eskatologis ini. Kita perlu memiliki mata hati yang terbuka dan telinga yang siap mendengar ketika Tuhan datang dan mengetuk pintu untuk masuk: \u201cDan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marilah bersama St. Agustinus kita berdoa: \u201cEngkau telah menciptakan kami bagi Diri-Mu, ya Allahku, dan hati kami tiada tenang sebelum beristirahat di dalam Dikau.\u201d Semoga rahmat iman dan belas kasih Tuhan selalu menuntun kita hingga keabadian. Amen.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rm 5:12.15b.17-19.20b.21; Luk 12:35-38 Perumpamaan dalam Injil hari ini mengajak kita untuk selalu tekun dan siap sedia di dalam panggilan pelayanan kita sebagai murid Yesus: \u201cBerbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.\u201d Arti yang pertama dari perumpamaan ini berkaitan dengan kedatangan Yesus yang Kedua sebagai Raja segala raja dan sebagai Hakim yang Adil untuk Penghakiman Akhir; dan arti kedua&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10874\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10874","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10874","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10874"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10874\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10875,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10874\/revisions\/10875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}