{"id":10899,"date":"2021-10-27T06:28:47","date_gmt":"2021-10-27T13:28:47","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10899"},"modified":"2021-10-27T06:28:47","modified_gmt":"2021-10-27T13:28:47","slug":"membuka-jalan-bagi-nya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10899","title":{"rendered":"MEMBUKA JALAN BAGI-NYA"},"content":{"rendered":"\n<p>Rabu, 27 Oktober 2021<br><br><br>Lukas 13:22-30<br><br>Yesus menyatakan bahwa orang yang layak untuk masuk dalam Kerjaan-Nya adalah mereka yang mau melakukan kehendak-Nya dan kehendak Tuhan adalah setia untuk berbuat baik, mengasihi sesamanya yang menderita, dan memperjuangkan yang benar dan adil. &#8220;Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!&#8221;(Luk 13:27).<br><br>Dengan demikian, kejahatan dengan segala bentuk dan alasannya tidak dibenarkan karena hal itu melawan kehendak Allah, sehingga kejahatan menjadi penghalang untuk berjumpa dengan Allah dan menutup dirinya dari apa yang akan ditawarkan oleh Allah, yaitu berkat-berkat-Nya. Oleh karena itu, kejahatan harus dikalahkan agar pintu menuju kerahiman Allah tebuka kembali. &#8220;Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!&#8221;(Roma 12:21).<br><br>Bagaimana mengalahkan kejahatan?\u00a0 Seperti Tuhan Yesus telah lakukan , dari atas kayu salib Yesus mengampuni mereka yang telah memusuhi-Nya. &#8220;Yesus berkata: \u201cYa Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.\u201d Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.&#8221;(Luk 23:34).<br>Dengan demikian cara mengalahkan kejahatan adalah dengan pengampunan dan berbuat baik kepada mereka yang membencinya. Kekuatan dari mana sehingga seseorang bisa memaafkan\/mengampuni? Kekuatan bukan dari dirinya sendiri tetapi dari Kristus yang tinggal di dalam diri orang yang percaya.&#8221;Dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,&#8221;.(Efesus 1:19).<br><br>Pada akhirnya, perjalanan seorang murid Kristus adalah perjuangan untuk setia menjaga agar pelita iman tetap menyala, sehingga kehadirannya tetap membawa pengharapan bagi yang putus asa, kesembuhan bagi yang sakit, pengampunan bagi yang berdosa, dan damai serta suka cita bagi yang bersedih hati. Dengan\u00a0 kesetiaan iman tersebut maka Kerajaan Allah akan tetap hadir dan semakin berkembang di dunia. &#8220;Dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.&#8221;(Luk 9:10).<br><br>Rm. Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rabu, 27 Oktober 2021 Lukas 13:22-30 Yesus menyatakan bahwa orang yang layak untuk masuk dalam Kerjaan-Nya adalah mereka yang mau melakukan kehendak-Nya dan kehendak Tuhan adalah setia untuk berbuat baik, mengasihi sesamanya yang menderita, dan memperjuangkan yang benar dan adil. &#8220;Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!&#8221;(Luk 13:27). Dengan demikian, kejahatan dengan segala bentuk dan alasannya tidak dibenarkan karena hal itu melawan kehendak Allah, sehingga kejahatan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10899\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10899","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10899"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10899\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10900,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10899\/revisions\/10900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}