{"id":10905,"date":"2021-10-30T07:45:44","date_gmt":"2021-10-30T14:45:44","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10905"},"modified":"2021-10-30T07:45:44","modified_gmt":"2021-10-30T14:45:44","slug":"memuliakan-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10905","title":{"rendered":"MEMULIAKAN ALLAH"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabtu, 30 Oktober 2021<br><br><br>Lukas 14:1.7-11<br><br>Yesus Kristus mengingatkan kepada para pengikut-Nya untuk selalu waspada dengan kecenderungan untuk mendapatkan penghormatan dan prioritas. Semua orang pada umumnya suka untuk menerima penghargaan dan penghormatan, namun maksud Yesus adalah agar para murid-Nya tidak menjadikan penghormatan tersebut sebagai tujuan hidupnya. Sebab jika hal itu dijadikan sebagai tujuan maka orang tersebut akan menjadikan dirinya sebagai pusat dan ingin selalu di hormati oleh semua orang, sehingga ia akan mengabaikan nilai-nilai kesetaraan, solidaritas, kesederhanaan, kerendahan hati, ugahari, persaudaraan, dan pelayanan.<br>&#8220;Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:\u00a0\u00a0\u201cKalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,\u00a0.&#8221;( Luk 14:7-8).<br><br>Sikap yang diharapkan oleh Yesus kepada para murid-Nya adalah kerendahan hati atau kesederhanaan hati yang akan menjadikan seseorang siap untuk melayani,\u00a0 menghargai sesama, dan\u00a0 belajar terus dalam mengandalkan Allah. Hanya Dia yang layak menerima penghormatan dan kemuliaan dari seluruh manusia. &#8220;Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya.&#8221;(Yoh 7:18).<br><br>Jika seseorang memiliki kerendahan hati maka ia memiliki kesempatan untuk menemukan damai di dalam hidupnya. Hati dan pikirannya tidak akan dipenuhi dengan haus atau dorongan-dorongan yang meledak-ledak untuk dihargai. Oleh karena itu pribadi yang rendah hati akan memancarkan kualitas hidup yang tenang, sehingga bisa membawa damai dan keteduhan bagi sesamanya lewat sikap dan tindakannya. Orang yang memiliki kesederhanaan hati juga akan membuat dirinya bisa dengan mudah untuk bertemu atau berelasi dengan Allah, karena sikapnya itu ia senantiasa rindu untuk menerima belas kasihan-Nya. Dengan demikian Tuhan Yesus akan hadir di dalam dirinya dan akan memperbaharui hidupnya menjadi serupa dengan hidup Kristus, yang berlimpah dengan damai, kasih, pengharan,\u00a0 kebaikan, kebenaran, kemurahan hati, dan suka cita, yang bisa dirasakan oleh sesamanya. Pada saat seseorang berkorban dengan berbuat banyak kebaikan, maka ia memuliakan Allah, dan karena ia memuliakan Allah , maka Allah juga akan memuliakan\/meninggikan orang tersebut di dalam hidup yang kekal. &#8220;Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.\u201d (Luk 14:11).<br><br>Rm. Didik, CM\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu, 30 Oktober 2021 Lukas 14:1.7-11 Yesus Kristus mengingatkan kepada para pengikut-Nya untuk selalu waspada dengan kecenderungan untuk mendapatkan penghormatan dan prioritas. Semua orang pada umumnya suka untuk menerima penghargaan dan penghormatan, namun maksud Yesus adalah agar para murid-Nya tidak menjadikan penghormatan tersebut sebagai tujuan hidupnya. Sebab jika hal itu dijadikan sebagai tujuan maka orang tersebut akan menjadikan dirinya sebagai pusat dan ingin selalu di hormati oleh semua orang, sehingga ia akan mengabaikan nilai-nilai kesetaraan, solidaritas, kesederhanaan, kerendahan hati, ugahari,&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10905\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10905","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10905"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10905\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10906,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10905\/revisions\/10906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}