{"id":10980,"date":"2021-11-24T13:04:00","date_gmt":"2021-11-24T21:04:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10980"},"modified":"2021-11-22T19:05:21","modified_gmt":"2021-11-23T03:05:21","slug":"menyongsong-sang-penyelamat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10980","title":{"rendered":"\u201cMenyongsong Sang Penyelamat\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Kamis Pekan Biasa XXXIV, 25 November 2021<\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan: Daniel 6:12-28; Lukas 21:20-28<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Kita berada di penghujung Tahun Litugi dan dalam beberapa hari lagi kita akan memasuki Masa Adven, sebagai awal Tahun Baru Liturgi dalam Gereja Katolik. Selama bulan November ini kita diajak untuk merenungkan akan datangnya akhir jaman bersamaan dengan doa bagi semua jiwa yang telah meninggal. Bacaan-bacaan Kitab Suci menghantar kita kepada realita kehidupan dengan berbagai pergolakannya, yang tidak selalu mudah. Gambaran kedatangan akhir jaman yang dikisahkan dalam Kitab Suci memang tidaklah nyaman untuk didengarkan dan terkadang menakutkan. Sebenarnya semua realita yang Yesus katakan itu mau menunjukkan suasana kehidupan manusia dan juga kita semua yang pada waktunya akan berakhir. Kita diajak untuk menyadari bahwa semua ciptaan Tuhan ini tidak ada yang sempurna dan akan berakhir pada waktunya. Oleh sebab itulah kita jangan sampai terikat kepada semua yang sementara itu, yakni semua yang ada di dunia ini. Kehancuran dan mala petaka yang sedang dan akan melanda dunia ini menunjukkan pula realita bahwa sebagian manusia mulai menjauh dari Tuhan yang abadi dan telah merusak alam dunia ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengatakan realita itu, Tuhan Yesus mau membuka mata hati kita agar kita mulai memusatkan kepada yang ilahi, yakni kepada Tuhan yang menjadi sumber dan pusat kehidupan kita. Kehancuran dan mala perataka sudah banyak terjadi dan masih terus terjadi sampai sekarang, namun itu bukanlah berarti akhir jaman segera akan datang. Semua realita itu menjadi peringatan bagi kita dan penyadaran agar kita berbenah diri dan bertobat. Karena fokusnya justru adalah pada kedatangan Sang Penyelamat kita di akhir jaman, Tuhan Yesus Kristus. kedatanganNya itu yang akan menyempurnakan Karya Keselamatan yang telah dimulai dan terus berlangsung hingga hari ini. Saat itu menjadi saat yang membahagiakan bagi kita semua, karena Tuhan akan membawa kita dalam persatuan denganNya, selamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus itulah, maka kita perlu mempersiapkan diri dan selalu berjaga. Tuhan Yesus mengatakan dalam Injil hari ini, <em>\u201capabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat\u201d<\/em>. Jelas sekali pesan ini, yang walaupun sudah dikatakan dua ribu tahun yang lalu masih tetap aktual hingga hari ini, bahkan sampai kedatangan Tuhan. Nah, apakah kita sudah bangkit dan mengangkat muka kita, yang artinya bangun, bertobat dan siap memandang Sang Penyelamat datang? Sudah banyak realita yang terjadi dalam kehidupan dunia kita sekarang ini, maka jangan menunda lagi untuk mempersiapkan diri. Kita tidak tahu kapan Tuhan datang, namun kita sudah diingatkan bahwa Dia akan datang, mari bersiap diri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis Pekan Biasa XXXIV, 25 November 2021 Bacaan: Daniel 6:12-28; Lukas 21:20-28 Kita berada di penghujung Tahun Litugi dan dalam beberapa hari lagi kita akan memasuki Masa Adven, sebagai awal Tahun Baru Liturgi dalam Gereja Katolik. Selama bulan November ini kita diajak untuk merenungkan akan datangnya akhir jaman bersamaan dengan doa bagi semua jiwa yang telah meninggal. Bacaan-bacaan Kitab Suci menghantar kita kepada realita kehidupan dengan berbagai pergolakannya, yang tidak selalu mudah. Gambaran kedatangan akhir jaman yang dikisahkan dalam Kitab&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10980\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10980","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10980","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10980"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10980\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10981,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10980\/revisions\/10981"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10980"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10980"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10980"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}