{"id":10984,"date":"2021-11-26T13:07:00","date_gmt":"2021-11-26T21:07:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10984"},"modified":"2021-11-22T19:08:01","modified_gmt":"2021-11-23T03:08:01","slug":"duniawi-versus-ilahi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10984","title":{"rendered":"\u201cDuniawi versus Ilahi\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Sabtu Pekan Biasa XXXIV, 27 November 2021<\/p>\n\n\n\n<p>Bacaan: Daniel 7:15-27; Lukas 21:34-36<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Pada hari terakhir di Tahun Liturgi ini, kita diajak untuk menegaskan langkah hidup kita. Yesus dengan sabar dan tekun mendampingi semua muridNya, termasuk kita semua. Ia mengatakan semuanya ini agar kita sungguh sadar dan tahu ke mana kita harus melangkah tanpa ragu. Dengan tegas pula Yesus menunjukkan kepada kita semua yang perlu kita lakukan dan tinggalkan supaya kita dapat sampai ke tujuan. Sesuai pesan berjaga dan waspada yang dikatakan Yesus, sekarang semakin dipertajam dengan mengatakan secara jelas pada hari ini. Bahaya terbesar yang sedang melanda kehidupan kita sekarang ini adalah keterikatan terhadap semua yang bersifat duniawi. Jelas kita membutuhkan semua yang ada di dunia ini bagi kehidupan kita, namun waspadalah agar tidak melekat padanya. Kita perlu makan, minum, tempat tinggal, hiburan dan sebagainya. Namun dalam realita kita mulai terikat dan bahkan tidak bisa lepas dari kesenangan duniawi ini. Inilah ambang kebinasaan kita, yang tampak dalam keserakahan, pertikaian, peperangan, pembunuhan dan menguasai sesama bahkan menindas.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus mengingatkan kita agar kita semakin berfokus kepada yang ilahi dan menjadikan doa sebagai nafas kehidupan kita. Kuasa dunia ini hanya bisa ditaklukkan dan diatasi dengan kuasa ilahi dan kedekatan dengan Tuhan. Jika doa menjadi kekuatan hidup kita, maka dosa akan semakin menjauh dari kita. Sering kita meremehkan doa, melupakan dan bahkan meninggalkannya. Padahal doa sangatlah sederhana, yakni waktu kita bersama dengan Tuhan secara pribadi atau bersama. Kita banyak menghabiskan waktu untuk menikmati televisi, media sosial yang bahkan melekat pada kita, sementara waktu doa makin dikurangi. Selalu ada alasan untuk tidak merayakan Misa ke gereja, apalagi sekarang banyak yang online, maka sambai santai di rumah dan cukup \u2018menonton\u2019 misa! Memang selama masa lockdown semua tidak bisa ke gereja, namun setelah gereja dibuka, ada yang masih tetap senang di rumah saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Saatnya kita bertanya diri secara serius, mana yang menjadi prioritas hidup kita sekarang ini! Apakah bagi kita Tuhan ada di atas segalanya atau tidak? Perhatikanlah semua yang kita lakukan selama ini, berapa waktu yang kita khususkan bersama Tuhan dalam doa, membaca Kitab Suci, bacaan rohani dan merayakan Ekaristi. Kita hanya bisa bertahan berdiri di hadapana Tuhan ketika Dia datang, jika kita sejak sekarang menjalin relasi yang harmonis dan intim denganNya setiap saat. Kita belum terlambat untuk menatanya kembali dan mengkhususkan waktu kita bagi Tuhan, mulailah sekarang ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sabtu Pekan Biasa XXXIV, 27 November 2021 Bacaan: Daniel 7:15-27; Lukas 21:34-36 Pada hari terakhir di Tahun Liturgi ini, kita diajak untuk menegaskan langkah hidup kita. Yesus dengan sabar dan tekun mendampingi semua muridNya, termasuk kita semua. Ia mengatakan semuanya ini agar kita sungguh sadar dan tahu ke mana kita harus melangkah tanpa ragu. Dengan tegas pula Yesus menunjukkan kepada kita semua yang perlu kita lakukan dan tinggalkan supaya kita dapat sampai ke tujuan. Sesuai pesan berjaga dan waspada yang&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10984\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10984","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10984","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10984"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10984\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10985,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10984\/revisions\/10985"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}