{"id":10996,"date":"2021-11-30T16:58:06","date_gmt":"2021-12-01T00:58:06","guid":{"rendered":"http:\/\/lubukhati.org\/?p=10996"},"modified":"2021-11-30T16:58:06","modified_gmt":"2021-12-01T00:58:06","slug":"kuasa-allah-itu-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10996","title":{"rendered":"Kuasa Allah itu Nyata!"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Mat. 15:29-37<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Rabu pada Peringatan Wajib&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Beato Dionisius dan Redemptus, Biarawan dan Martir<\/p>\n\n\n\n<p>Saudari-saudaraku terkasih, hari ini Gereja memperingati Beato Dionisius dan Redemptus, Biarawan dan Martir. Mereka adalah Martir Indonesia. Mengutip dari buku misa Santo Santa, terbitan Kanisisus, Dionisius (1600-1638), seorang pelaut dari Perancis, pada usia 35 tahun menjadi imam dan masuk Ordo Karmel. Sedangkan Redemptus (1598-1638), seorang anggota tentara Portugas, yang menjadi bruder dalam Ordo Karmel. Pada 1638 mereka mengikuti rombongan utusan raja Portugal ke Aceh. Di Aceh mereka ditangkap dan dipenjarakan. Pada tanggal 29 November 1638 keduanya gugur sebagai martir. Kendati nampaknya usaha mereka gagal, namun justru seperti gandum yang harus jatuh dalam tanah dan mati supaya dapat bertumbuh, darah kemartiran mereka membuat bumi Indonesia subur untuk Sabda Allah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Injil hari menggambarkan belas kasihan Yesus yang sangat mencolok bagi mereka yang membutuhkan. Dikisahkan bahwa awalnya Yesus menyembuhkan orang lumpuh, orang bisu dan orang buta yang dibawa kepadanya. Dia kemudian memperhatikan betapa laparnya kerumunan besar ini. Yesus mengkhawatirkan kesejahteraan fisik mereka. Dia tidak mengatakan, karena kita mungkin tergoda untuk mengatakan, &#8216;Saya telah melakukan cukup banyak pekerjaan belas kasih hari ini, maka sudah waktunya bagi saya untuk beristirahat.&#8217; Ketika dihadapkan dengan kebutuhan manusia, Yesus tidak bisa tidak menanggapinya dengan hati yang penuh kasih. Tetapi, para murid memiliki kerangka berpikir yang berbeda, mungkin lebih seperti kita. Hal itu terlihat dari respon mereka, &#8220;Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?&#8221; Namun, Yesus mendorong murid-murid-Nya untuk memikirkannya, &#8220;Berapa roti ada padamu?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Saudari-saudaraku terkasih, bacaan Injil mengundang kita untuk memberikan ruang hati kepada Tuhan untuk bekerja melalui kita. Tuhan tidak pernah berpaling dari kebutuhan manusia tetapi kadang-kadang Dia hanya dapat memenuhinya dengan bantuan kita, meskipun kita mungkin merasa bahwa kita hanya memiliki sedikit untuk diberikan kepada-Nya. Namun, kita akan sering terkejut dan takjub melihat betapa kuatnya Tuhan dapat bekerja melalui sumber daya dan upaya kita yang tampaknya terbatas, jika kita percaya bahwa Dia akan melakukan-Nya. Beato Dionisius dan Redemptus, dengan hidup dan kematiannya sebagai Martir telah menunjukan kuasa Allah itu nyata!<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan memberkati.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mat. 15:29-37 Rabu pada Peringatan Wajib&nbsp; Beato Dionisius dan Redemptus, Biarawan dan Martir Saudari-saudaraku terkasih, hari ini Gereja memperingati Beato Dionisius dan Redemptus, Biarawan dan Martir. Mereka adalah Martir Indonesia. Mengutip dari buku misa Santo Santa, terbitan Kanisisus, Dionisius (1600-1638), seorang pelaut dari Perancis, pada usia 35 tahun menjadi imam dan masuk Ordo Karmel. Sedangkan Redemptus (1598-1638), seorang anggota tentara Portugas, yang menjadi bruder dalam Ordo Karmel. Pada 1638 mereka mengikuti rombongan utusan raja Portugal ke Aceh. Di Aceh mereka&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=10996\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10996","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10996","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10996"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10996\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10998,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10996\/revisions\/10998"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10996"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10996"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10996"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}