{"id":11015,"date":"2021-12-06T13:54:00","date_gmt":"2021-12-06T21:54:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11015"},"modified":"2021-12-04T17:55:01","modified_gmt":"2021-12-05T01:55:01","slug":"siapkan-dan-luruskan-jalan-bagi-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11015","title":{"rendered":"Siapkan dan luruskan jalan bagi Tuhan"},"content":{"rendered":"\n<p>Selasa dalam Minggu kedua Advent<\/p>\n\n\n\n<p>7 December 2021<\/p>\n\n\n\n<p>Yesaya 40:1-11<\/p>\n\n\n\n<p>Matius 18:12-14<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudariku terkasih,<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Bacaan pertama hari ini mengedepankan thema: &#8220;Persiapkan jalan bagi Tuhan&#8221;. Seruan Yesaya ini memberi kita semangat dan motivasi mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Seruan ini juga dapat dilihat sebagai panggilan dalam masa Advent ini dan bahkan panggilan hidup kita untuk selalu dan siap membuka diri serta memberi tempat di dalam hati &nbsp;untuk Tuhan. Membuka diri dan hati untuk Tuhan lewat pertobatan, membersihkan hati dan budi agar Tuhan dengan lebih &nbsp;mudah masuk dan tinggal serta berjalan bersama kita, mengenal dan merasa kehadiran Tuhan dalam diri kita. Seruan dan himbauan yang diberikan Yesaya dalam bacaan hari ini: &#8220;Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jajan bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yng rata dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan&#8230;&#8221; Apa tanggapan anda dan saya akan seruan nabi Yesaya untuk kita yang lagi menjalani masa Advent ini? Realisasi atas seruan, himbauan dan ajakan Yesaya ini, sudah sangat pasti membutuhkan pertolongan dan rahmat Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Untuk maksud itu bacaan Injil hari ini memberi kita sumbangan pemikiran agar refleksi kita selama masa Advent ini memungkinkan kita melakukan &nbsp;persiapan yang matang, baik secara pribadi maupun bersama-sama sebagai satu komunitas keluarga anak-anak Allah. Seruan Yesaya dan bacaan Injil hari ini juga meyakinkan kita bahwa kita tak pernah akan sendirian, Yesus akan selalu berjalan bersama kita kalau kita selalu membukan diri untuk kehadiranNya. Yesus sebagai gembala yang baik tak pernah akan membiarkan kita sesat, kalau kita selalu membuka diri dan selalu berseru kepadaNya minta tolong. Selama masa Advent ini kita akan terus menerus mohon pertolonganNya dalam doa, Sabda Tuhan (Kitab Suci) dan bahkan dalam, melalui dukungan dari teman-teman dan keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari terkasih,<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Kalimat awal dari seruan Yesaya dalam bacaan hari ini untuk Yerusalem: &#8220;Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: &#8220;Lihat, itu Allahmu!&#8221; Semoga kitapun akan mengalami hal yang sama dalam dan melalui Perayaan Ekaristi (bagi anda yang hari ini mengikuti perayaan Ekaristi), dan untuk anda yang ikut ambil bagian dalam segala kegiatan dan peristiwa sakramental gereja. Yesus selalu dan akan membawa terang dan jalan dalam kehidupan kita, dan berangkat dari pengalaman rohani bersamaNya, anda dan saya diutus untuk membawa terang dan memberi jalan kepada dunia.Singkatnya dalam masa persiapan ini kita mendapat kesempatan untuk ikut ambil bagian bersama Yesus Gembala yang baik, memperkenalkan dan menghantar orang lain kepadaNya. Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasa dalam Minggu kedua Advent 7 December 2021 Yesaya 40:1-11 Matius 18:12-14 Saudara-saudariku terkasih, &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Bacaan pertama hari ini mengedepankan thema: &#8220;Persiapkan jalan bagi Tuhan&#8221;. Seruan Yesaya ini memberi kita semangat dan motivasi mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Seruan ini juga dapat dilihat sebagai panggilan dalam masa Advent ini dan bahkan panggilan hidup kita untuk selalu dan siap membuka diri serta memberi tempat di dalam hati &nbsp;untuk Tuhan. Membuka diri dan hati untuk Tuhan lewat pertobatan, membersihkan hati dan budi agar Tuhan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11015\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11015","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11015"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11015\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11016,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11015\/revisions\/11016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}