{"id":11026,"date":"2021-12-10T13:52:00","date_gmt":"2021-12-10T21:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11026"},"modified":"2021-12-09T07:53:38","modified_gmt":"2021-12-09T15:53:38","slug":"sabtu-minggu-kedua-advent","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11026","title":{"rendered":"Sabtu Minggu Kedua Advent"},"content":{"rendered":"\n<p>Tuhan sering membuat kita penasaran dan kagum akan keintimanNya dengan umatNya<\/p>\n\n\n\n<p>Sirah 48:1-4, 9-11<\/p>\n\n\n\n<p>Matius 17: 9a, 10-13<\/p>\n\n\n\n<p>Saudara-saudari terkasih,<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Bayangkan saja kalau anda sendiri yang mendengar nabi Elia berbicara dan menyaksikan dia naik ke surga &#8230; &#8220;laksana obor membakar, &#8230; dalam kereta dengan kuda-kuda berapi &#8230;&#8221; dan anda dikatakan: &#8230; &#8220;berbahagialah orang yang telah melihat dikau.&#8221; (Sirah 48:1, 9, 11). Itulah penggalan-penggalan kutipan yang saya ambil dari bacaan pertama hari ini. Menyimak kutipan-kutipan itu bisa membuat kita bangga, kagum dan penasaran akan peristiwa yang membuat anda mau mendalaminya lagi. Andaikan kalau anda seorang Yahudi pasti pernah tahu dan mungkin saja pernah mengantisipasi untuk melihat atau menyaksikan sendiri kedatangan Elia sebagai tanda penampakan Mesiah sendiri. Saya mengajak anda untuk perlahan-lahan membaca kembali bacaan pertama hari ini sambil membayangkan bahwa anda sendirilah yang menyaksikan peristiwa yang mengagumkan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pada kenyataannya, dalam bacaan Injil hari ini ada satu bagian kecil dari peristiwa Yesus menampakan kemuliaanNya di atas gunung, dimana Yesus sedang berbicara dengan Elia dan Moses. Para murid sendiri menyaksikan peristiwa itu dimana Yesus berubah rupa; wajahNya bercahaya seperti matahari dan pakaianNya menjadi putih bersinar seperti terang. Para murid menyaksikan &#8230; &#8220;Musa dan Elia sedang berbicara dengan dia.&#8221; (Matius 17:2, 3) Saking penasaran mereka atas peristiwa yang mengagumkan itu para murid bertanya kepada Yesus tentang Elia. &#8220;&#8230; mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?&#8221; (Matius 17: 10) Dengan singkat dan jelas Yesus menjawab bahwa Yohanes Pembaptis yang dinubuatkan untuk datang sebelum Messiah &#8230; &#8220;Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu, dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka.&#8221; (Matius 17:10-12)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Saudara-saudari terkasih, hari ini kita sedikit mau mendalami kedua bacaan itu karena saya sendiripun penasaran dan kagum akan hubungan yang begitu indah dari kedua bacaan hari ini. Lebih mendalam lagi kalau kita juga pernah menyaksikannya dan mendapat kesempatan yang sama seperti ketiga murid itu yang langsung bertanya kepada Yesus dan mendengar penjelasan dari Yesus sendiri. Penasaran dan kekaguman ini mengingatkan saya akan pengalaman beberapa kali saya mendapat kesempatan merayakan Ekaristi di tempat Yesus menampakan kemuliaanNya di atas gunung itu. Satu kesempatan yang sangat berharga tentang kebenaran dan iman. Oleh karena itu pengalaman para murid itu mengingatkan saya juga akan apa yang dikatakan oleh St. Agustinus dan St. Anselmus dari Canterbury yang mengatakan bahwa: &#8220;faith seeking understanding.&#8221; Kita tidak harus menginterpretasikannya secara harafiah atas apa yang kita baca dari kitab suci &#8230;&#8221;api yang turun dari surga&#8221;, tetapi bagaimana perasaan hati anda ketika kita pernah mengalami kehadiran Allah dalam perjalanan hidup ini. Bukan tidak mungkin anda pernah merasakan kehadiran Allah dalam dan selama anda menjalani kehidupan ini. Ada peristiwa-peristiwa yang menunjukkan bahwa Allah benar-benar hadir dan berjalan bersama anda. Kedua bacaan hari ini memberi kita kesempatan untuk merenungkan betapa Allah senantiasa menyatakan kemuliaan dan kehadiranNya kepada kita. Hal ini hanya bisa kita rasakan kalau kita pernah memberi kesempatan untuk bermeditasi dan memberi waktu mengalami keintiman dengan Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Pada kesempatan seperti itu anda akan dapat mengalami betapa indahnya kesatuan, kedekatan serta keintiman kita dengan Tuhan. Setiap peristiwa dimana kita bisa memuji dan memuliakan Tuhan pada waktu kita melakukan puji-pujian, ketika kita secara aktip ambil bagian dalam perayaan Ekaristi, dengan demikian kitapun dapat bermasymur: &#8220;Lord, make us turn to you; let us see your face and we shall be saved. &#8221; Amin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tuhan sering membuat kita penasaran dan kagum akan keintimanNya dengan umatNya Sirah 48:1-4, 9-11 Matius 17: 9a, 10-13 Saudara-saudari terkasih, &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Bayangkan saja kalau anda sendiri yang mendengar nabi Elia berbicara dan menyaksikan dia naik ke surga &#8230; &#8220;laksana obor membakar, &#8230; dalam kereta dengan kuda-kuda berapi &#8230;&#8221; dan anda dikatakan: &#8230; &#8220;berbahagialah orang yang telah melihat dikau.&#8221; (Sirah 48:1, 9, 11). Itulah penggalan-penggalan kutipan yang saya ambil dari bacaan pertama hari ini. Menyimak kutipan-kutipan itu bisa membuat kita bangga, kagum&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11026\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11026","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11026","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11026"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11026\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11027,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11026\/revisions\/11027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11026"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11026"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11026"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}