{"id":11030,"date":"2021-12-12T13:01:00","date_gmt":"2021-12-12T21:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11030"},"modified":"2021-12-11T17:03:11","modified_gmt":"2021-12-12T01:03:11","slug":"be-honest-to-oneself-others-and-god","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11030","title":{"rendered":"Be honest to oneself, others and God \u2026"},"content":{"rendered":"\n<p>SENIN, 13 Desember<\/p>\n\n\n\n<p>Matius 21: 23 &#8211; 27<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Setiap orang memiliki rahasia yang disimpan dalam hatinya. Ada rahasia yang terkait dengan konfidensialitas atau privasi. Atau rahasia yang disimpan demi kepentingan umum. Rahasia demikian ini wajar. Tetapi ada rahasia yang terkait dengan kebohongan, kemunafikan, kelicikan untuk kepentingan diri atau agenda yang abusive untuk diri sendiri\u2026dst. Inilah kerahasiaan yang merusak martabat dirinya dan merugikan orang lain. Inilah rahasia yang membuat orang itu merasa tidak aman di hadapan orang lain. Orang ini akan reaktif terhadap pribadi lain yang dipersepsikan bisa membuka kedoknya. Maka ia akan menjadi reaktif, \u201csok kritis\u201d, gampang curiga, cenderung nyinyir dan mudah mepertanyakan apa saja yang mengganggu kenyamanan berkat kepalsuan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah yang dilakukan kaum Parisi terhadap Yesus. Sering dikatakan bahwa mereka ini mengamat-amati Yesus. Lain kali mereka menjebakNya dengan pertanyaan. Atau mereka menghasut publik untuk menyudutkan Yesus dll. Agar langkahnya terlihat wajar, mereka membungkusnya dan akan mem-frame langkah mereka dengan menggunakan hukum agama, nilai leluhur, kebiasaan atau kultur masyarakat dan semacamnya. Maka benar kata Yesus bahwa mereka ini ibarat kuburan yang tidak bertanda, ular beludak yang siap menerkam, racun masyarakat atau dengan terus terang menyebut mereka sebagai kaum munafik.<\/p>\n\n\n\n<p>Dialog antara Yesus dan kelompok Parisi dalam perikop ini terjadi setelah Yesus membersihkan Kenizah dari para pedagang dan pemburu untung lainnya. Bagi mereka yang masih merindukan Tuhan, tindakan Yesus ini tepat. Tetapi langkah Yesus ini merugikan kaum Parisi dan pencari untung. Kedoknya terbongkar. Mereka marah, tetapi tidak berani melawan karena mayarakat mendukung Yesus. Maka mereka mengangkat issue itu ke tingkat yang lebih mudah diterima. Mereka mem-framing pembersihan kenizah menjadi soal tanggung jawab. Mereka bertanya dan menuntut penjelasan: dengan kuasa apa Yesus melakukan itu. Di balik pertanyaan itu, mereka berpikir soal kuasa dan jabatan resmi, status keagamaan atau pemuka agama. Tetapi Yesus mengerti kemunafikan mereka yang gemar memelintir persoalan; maka Yesus mengembalikan seluruhnya pada tataran jauh lebih mendalam dan lebih luhur. Yesus mengangkat pokok persoalan ke tingkat transendental, spiritual, hati nurani dan iman \u2026 \u201cDari manakah pembaptisa Yohanes: dari Allah atau manusia \u2026?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dari kebingungan mereka, kelihatanlah kebusukan hati mereka. Padahal persoalannya sederhana; tetapi karena mereka berbohong, semua menjadi serba salah \u2026<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Yesus, semua tindakan kasih pelayanan, kejujuran yang mendatangkan kedamaian, pengampunan yang membebaskan \u2026 berasal dari Allah. Orang yang membela dan mengembalikan martabat manusia, membangun persaudaraan sejati dan menyuarakan kebenaran demi iman pada Allah \u2026 mereka ini dibimbing oleh Roh Kudus.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus mau membuka kedok kaum Parisi yang penuh agenda busuk itu. Yesus meminta mereka mengambil posisi jelas terkait hidup dan tindakan Yohanes yang profetis dan penuh kesaksian itu. Dan kaum Parisi bungkam di hadapan kebenaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Siapapun yang berhati tulus, akan mencari kebenaran, Allah menampakkan diri padanya lewat siapa dan apa saja. Orang yang berhati tulus dan terus mencari kebenaran, akan mengalami bimbinganNya. Itu tak berarti semuanya lancar tanpa kesulitan. &nbsp;Allah memberikan stamina batin untuk melewati ziarah hidup yang banyak cobaan ini. Kaum Parisi tidak bisa mengenali Allah yang berkarya dalam diri Yesus dan Yohanes, karena dalam diri mereka penuh kepalsuan dan agenda untuk dirinya. &nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SENIN, 13 Desember Matius 21: 23 &#8211; 27 Setiap orang memiliki rahasia yang disimpan dalam hatinya. Ada rahasia yang terkait dengan konfidensialitas atau privasi. Atau rahasia yang disimpan demi kepentingan umum. Rahasia demikian ini wajar. Tetapi ada rahasia yang terkait dengan kebohongan, kemunafikan, kelicikan untuk kepentingan diri atau agenda yang abusive untuk diri sendiri\u2026dst. Inilah kerahasiaan yang merusak martabat dirinya dan merugikan orang lain. Inilah rahasia yang membuat orang itu merasa tidak aman di hadapan orang lain. Orang ini akan&#8230;<\/p>\n<p class=\"read-more\"><a class=\"btn btn-default\" href=\"https:\/\/lubukhati.org\/?p=11030\"> Read More<span class=\"screen-reader-text\">  Read More<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-11030","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11030","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=11030"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11030\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11031,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/11030\/revisions\/11031"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=11030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=11030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lubukhati.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=11030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}